Ilustrasi teman palsu (Magnific)
JawaPos.com - Punya teman dekat seharusnya membuat hidup terasa lebih ringan. Ada seseorang yang bisa diajak berbagi cerita, merayakan keberhasilan, hingga memberikan dukungan ketika kehidupan sedang tidak berjalan sesuai harapan.
Namun, tidak semua hubungan pertemanan berkembang dengan cara yang sehat. Terkadang, seseorang yang terlihat seperti teman justru menyimpan rasa iri ketika melihat kita mengalami kemajuan.
Perasaan cemburu tersebut tidak selalu disampaikan secara terang-terangan, melainkan muncul melalui komentar, persaingan, kritik, atau perubahan sikap yang sulit dijelaskan.
Menariknya, seseorang yang cemburu belum tentu secara sadar ingin menyakiti temannya. Rasa iri dapat berkaitan dengan rasa tidak aman, rendahnya harga diri, kebiasaan membandingkan diri, atau ketakutan kehilangan posisi dalam sebuah hubungan.
Seperti dirangkum dari laman YourTango, kecemburuan merupakan emosi yang manusiawi, tetapi dapat menjadi problematis ketika diwujudkan dalam perilaku yang merendahkan atau merugikan orang lain.
Lantas, apa saja tanda teman palsu yang diam-diam cemburu? Berikut 16 perilaku yang perlu diperhatikan.
Salah satu tanda yang dibahas YourTango adalah rasa tidak aman atau insecurity yang sangat kuat. Seseorang yang tidak yakin terhadap kemampuan dan nilai dirinya sendiri dapat lebih mudah melihat pencapaian orang lain sebagai ancaman.
Misalnya, ketika kamu mendapatkan promosi pekerjaan, teman tersebut bukan hanya melihatnya sebagai kabar baik. Ia mungkin langsung membandingkan pencapaian tersebut dengan kariernya sendiri dan merasa bahwa dirinya tertinggal.
Dalam kondisi seperti itu, keberhasilanmu sebenarnya bukan masalah utama. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana keberhasilan tersebut membuat seseorang memandang dirinya sendiri.
YourTango mengaitkan kecemburuan dengan rasa tidak aman dan rendahnya harga diri. Sumber tersebut juga merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa kecemburuan dalam pertemanan dapat berkaitan dengan ketakutan ditolak atau kehilangan hubungan.
Akibatnya, seseorang bisa melakukan berbagai tindakan untuk mempertahankan posisi atau merasa lebih baik dibandingkan temannya.
Namun, penting untuk tidak menganggap setiap orang yang merasa tidak percaya diri sebagai teman palsu. Rasa tidak aman adalah pengalaman manusia yang cukup umum. Yang perlu diperhatikan adalah ketika perasaan tersebut secara konsisten diterjemahkan menjadi perilaku yang merendahkan, bersaing secara tidak sehat, atau menyabotase orang lain.
Kamu mendapatkan pekerjaan impian, tetapi responsnya hanya, “Ah, pekerjaan seperti itu biasa saja.”
Kamu berhasil mencapai target finansial, mereka mengatakan, “Banyak orang juga bisa melakukannya.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022