Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 01.51 WIB

Lebih Sehat Mental dan Fisik dengan Melakukan Detoks Digital, Berikut 9 Caranya

Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan detoks digital. (Magnific/freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan detoks digital. (Magnific/freepik)

JawaPos.com - Detoks digital bisa menjadi salah satu cara menghentikan ketergantungan terhadap smartphone hingga tablet. Sebab, meski memudahkan, terlalu 'lekat' dengan teknologi bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Detoks digital merupakan upaya untuk mengurangi atau membatasi penggunaan perangkat digital, seperti smartphone, komputer, tablet, maupun media sosial dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya bukan untuk sepenuhnya meninggalkan teknologi, melainkan memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas, beristirahat dari paparan digital yang terus-menerus.

Detoks digital juga tidak harus dilakukan dengan cara yang ekstrem. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba dalam kehidupan sehari-hari. Dilansir dari Cleveland Clinic dan Healthline, ada beberapa cara menerapkan detoks digital dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Tentukan Kebiasaan yang Ingin Diubah

Langkah pertama adalah mengetahui kebiasaan digital yang ingin dikurangi. Coba perhatikan penggunaan perangkat sehari-hari. Misalnya, apakah terlalu sering membuka media sosial, terus-menerus memeriksa notifikasi, terlalu lama membaca berita, atau merasa harus selalu terhubung dengan smartphone. Dengan mengetahui kebiasaan tersebut, akan lebih mudah menentukan bagian mana yang perlu dibatasi.

2. Buat Target yang Spesifik 

Setelah mengetahui kebiasaan yang ingin diubah, tentukan target yang jelas dan realistis. Misalnya, membatasi penggunaan media sosial selama 15 menit dalam sehari atau menentukan batas waktu tertentu untuk menggunakan smartphone. Target yang spesifik dapat membantu membuat proses detoks digital lebih terarah dan mudah dilakukan secara konsisten.

3. Pantau Waktu Penggunaan Layar 

Langkah selanjutnya adalah mengetahui berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat digital. Sebagian besar smartphone sudah dilengkapi fitur yang dapat menunjukkan durasi penggunaan layar serta waktu yang dihabiskan pada setiap aplikasi.

Dengan melihat catatan tersebut, kamu bisa mengetahui aplikasi mana yang paling banyak digunakan. Dari sana, tentukan penggunaan yang perlu dikurangi agar waktu di depan layar lebih terkontrol.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore