Ilustrasi, orang yang tetap bersikap baik meski hati terluka. Magnific/ magnific.
JawaPos.com - Bersikap baik itu mudah saat orang lain memperlakukan Anda dengan baik.
Tapi, memilih tetap bersikap baik saat orang lain memperlakukan Anda dengan tidak hormat, itulah yang disebut kebaikan sejati.
Untuk mendapatkan kualitas tersebut, ingatlah lima alasan berikut yang dilansir JawaPos.com dari psychologytoday pada Selasa (15/9) supaya Anda tetap bersikap baik meski situasi menginginkan Anda berlaku sebaliknya.
1. Kebaikan Meredam Gejolak Emosi
Saat seseorang mendatangi Anda dengan kemarahan, maka sistem saraf Anda akan bersiap untuk merespons dengan cara serupa yang dapat memperparah situasi.
Padahal, eskalasi cenderung memicu eskalasi lebih lanjut sehingga upaya untuk menenangkan diri dan mencari solusi mustahil dilakukan.
Meski tidak ada jaminan kalau respons baik akan menenangkan orang tersebut, tapi, setidaknya keadaan tidak bertambah parah.
Bagaimana, setuju?.
2. Kebaikan Membuat Lebih Kuat, Bukan Lebih Lemah
Fleksibilitas adalah tanda kekuatan, misalnya saja dahan pohon yang tidak melawan hembusan angin.
Tapi, sayangnya fleksibilitas sering kali dianggap sebagai sikap mengalah, padahal keduanya sangatlah berbeda.
Dengan mengedepankan kebaikan disertai kepercayaan, lalu welas asih yang beriringan dengan penetapan batasan yang jelas akan membuat Anda melihat bahwa sikap ini memiliki keteguhan.
3. Kebaikan Membantu Melihat Pergumulan di Balik Perilaku
Bersikap baik membantu Anda memahami mengapa seseorang berlaku tak pantas.
Bukan berarti membenarkan perilaku tersebut.
Itu hanya membantu Anda merespons orangnya, bukan bereaksi terhadap provokasi yang dilakukan.
4. Kebaikan Melindungi supaya Tidak Menjadi Sosok yang Tidak Diinginkan
Kata-kata yang diucapkan saat marah akan terasa benar saat itu, tapi membuat Anda merasa buruk keesokan harinya.
Dengan tetap bersikap dan berkata baik saat marah, situasi demikian dapat dicegah.
Kualitas yang indah tersebut juga menjaga keanggunan sekaligus martabat saat berada di bawah tekanan dan hubungan Anda pun terjaga.
5. Kebaikan Bisa Berarti Mengambil Jarak
Mengambil jarak alih-alih langsung turun tangan membantu adalah salah satu bentuk kebaikan yang paling sering disalahpahami.
Sebagai contoh saat menghadapi anak remaja yang sedang kesulitan, alih-alih segera menyelesaikan masalah atau membuat alasan pembenaran dari perilaku negatif mereka, lebih baik katakan 'Aku percaya padamu, jadi, Aku akan membiarkanmu menangani ini sendiri'.
Respons seperti itu bukanlah bentuk penelantaran, melainkan upaya memberi ruang bagi pertumbuhan sang anak, meski sangat berat memang melihat orang yang dicintai menderita.***