
seseorang yang menganggap wajar memukul anak (Magnific/magnific)
Seseorang mungkin merasa sangat marah ketika melihat orang memukul anjing atau kucing. Ia menganggap tindakan tersebut kejam, tidak berperikemanusiaan, bahkan bisa menuntut agar pelakunya dihukum.
Namun, orang yang sama bisa saja menganggap memukul anak sebagai bagian dari “mendidik”, terutama ketika anak dianggap membangkang, sulit diatur, atau melakukan kesalahan.
Pertanyaannya kemudian: mengapa standar tersebut bisa berbeda? Jika memukul hewan dianggap sebagai kekerasan, mengapa memukul anak kadang masih dianggap sebagai disiplin?
Psikologi dapat membantu menjelaskan fenomena tersebut. Perbedaannya bukan karena anak “lebih pantas” dipukul daripada hewan, melainkan karena manusia memiliki sejumlah keyakinan, kebiasaan budaya, mekanisme pembenaran, dan pengalaman masa kecil yang dapat membuat kekerasan terhadap anak terlihat lebih normal.
Penting pula membedakan antara memahami mengapa suatu perilaku terjadi dan membenarkan perilaku tersebut. Menjelaskan alasan orang tua melakukan kekerasan bukan berarti mengatakan bahwa kekerasan tersebut benar.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (12/9), terdapat enam alasan psikologis yang dapat menjelaskan mengapa sebagian orang tua melihat pukulan terhadap anak sebagai hal yang wajar.
1. Memukul Anak Sering Diberi Label “Disiplin”, Bukan “Kekerasan”
Salah satu faktor paling penting adalah cara seseorang memberi nama pada perilaku.
Ketika seseorang memukul hewan peliharaan karena kesal, tindakan tersebut biasanya langsung disebut sebagai kekerasan atau penyiksaan.
Namun ketika orang tua memukul anak, tindakan yang sama bisa mendapatkan label berbeda:
“memberi pelajaran,”
“mendisiplinkan,”
“mendidik,”
“memberi efek jera,”
“supaya anak tahu aturan,” atau
“karena sayang.”
Secara psikologis, label tersebut dapat mengubah cara seseorang memandang perilakunya sendiri.
Ada perbedaan besar antara mengatakan:
“Saya memukul anak saya.”
dan:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022