
seseorang yang melewatkan kenyamanan (Magnific/shurkin_son)
Ketika pikiran penuh, kita mungkin membuka media sosial. Ketika lelah, kita memaksakan diri untuk tetap produktif. Ketika merasa kesepian, kita mencari validasi dari orang lain.
Ketika cemas, kita mencoba memikirkan semua kemungkinan agar merasa lebih siap. Bahkan ketika tubuh sebenarnya hanya membutuhkan tidur, makan yang cukup, udara segar, atau beberapa menit tanpa tuntutan, kita sering menganggap kebutuhan sederhana itu terlalu sepele.
Seolah-olah kenyamanan harus "diperjuangkan". Padahal, menurut psikologi, banyak bentuk ketenangan justru berasal dari hal-hal yang sangat sederhana: berhenti sejenak, menerima emosi, berada di lingkungan yang aman, terhubung dengan orang lain, melakukan aktivitas yang familiar, atau sekadar memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat.
Lalu mengapa kita sering melewatkan cara-cara termudah tersebut? Jawabannya bukan karena kita bodoh atau tidak tahu cara merawat diri. Ada beberapa mekanisme psikologis yang membuat manusia cenderung mencari solusi yang lebih rumit, lebih intens, dan kadang justru melelahkan.
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (11/9), terdapat tujuh alasannya.
1. Kita Mengira Sesuatu yang Sulit Akan Lebih Efektif
Salah satu alasan kita melewatkan kenyamanan sederhana adalah karena kita cenderung menganggap sesuatu yang membutuhkan lebih banyak usaha sebagai sesuatu yang lebih bernilai.
Ada semacam keyakinan tersembunyi:
"Kalau masalahku besar, solusinya juga harus besar."
Ketika sedang stres, misalnya, kita mungkin berpikir bahwa kita harus mengubah hidup secara drastis. Kita ingin membuat rutinitas baru, membaca banyak buku pengembangan diri, menyusun target, melakukan olahraga berat, mengatur ulang pekerjaan, atau mencari berbagai teknik untuk mengatasi stres.
Padahal, mungkin pada hari itu kita hanya membutuhkan tidur yang cukup.
Psikologi mengenal berbagai bentuk effort justification dan bias penilaian yang membuat manusia cenderung memberikan nilai lebih tinggi pada sesuatu yang terasa membutuhkan perjuangan. Kita mudah mengasosiasikan usaha dengan hasil.
Akibatnya, solusi sederhana terasa terlalu mudah untuk dipercaya.
Mandi air hangat?
"Ah, tidak mungkin masalahku selesai hanya dengan itu."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022