Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 07.46 WIB

7 Alasan Mengapa Kita Sering Melewatkan Cara Termudah untuk Merasa Nyaman Menurut Psikologi

seseorang yang melewatkan kenyamanan (Magnific/shurkin_son) - Image

seseorang yang melewatkan kenyamanan (Magnific/shurkin_son)

JawaPos.com - Ada sesuatu yang menarik tentang manusia: kita sering tahu bahwa kita sedang tidak baik-baik saja, tetapi justru mencari cara yang rumit untuk merasa lebih baik.

Ketika pikiran penuh, kita mungkin membuka media sosial. Ketika lelah, kita memaksakan diri untuk tetap produktif. Ketika merasa kesepian, kita mencari validasi dari orang lain.

Ketika cemas, kita mencoba memikirkan semua kemungkinan agar merasa lebih siap. Bahkan ketika tubuh sebenarnya hanya membutuhkan tidur, makan yang cukup, udara segar, atau beberapa menit tanpa tuntutan, kita sering menganggap kebutuhan sederhana itu terlalu sepele.

Seolah-olah kenyamanan harus "diperjuangkan". Padahal, menurut psikologi, banyak bentuk ketenangan justru berasal dari hal-hal yang sangat sederhana: berhenti sejenak, menerima emosi, berada di lingkungan yang aman, terhubung dengan orang lain, melakukan aktivitas yang familiar, atau sekadar memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat.

Lalu mengapa kita sering melewatkan cara-cara termudah tersebut? Jawabannya bukan karena kita bodoh atau tidak tahu cara merawat diri. Ada beberapa mekanisme psikologis yang membuat manusia cenderung mencari solusi yang lebih rumit, lebih intens, dan kadang justru melelahkan.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (11/9), terdapat tujuh alasannya.

1. Kita Mengira Sesuatu yang Sulit Akan Lebih Efektif

Salah satu alasan kita melewatkan kenyamanan sederhana adalah karena kita cenderung menganggap sesuatu yang membutuhkan lebih banyak usaha sebagai sesuatu yang lebih bernilai.

Ada semacam keyakinan tersembunyi:

"Kalau masalahku besar, solusinya juga harus besar."

Ketika sedang stres, misalnya, kita mungkin berpikir bahwa kita harus mengubah hidup secara drastis. Kita ingin membuat rutinitas baru, membaca banyak buku pengembangan diri, menyusun target, melakukan olahraga berat, mengatur ulang pekerjaan, atau mencari berbagai teknik untuk mengatasi stres.

Padahal, mungkin pada hari itu kita hanya membutuhkan tidur yang cukup.

Psikologi mengenal berbagai bentuk effort justification dan bias penilaian yang membuat manusia cenderung memberikan nilai lebih tinggi pada sesuatu yang terasa membutuhkan perjuangan. Kita mudah mengasosiasikan usaha dengan hasil.

Akibatnya, solusi sederhana terasa terlalu mudah untuk dipercaya.

Mandi air hangat?

"Ah, tidak mungkin masalahku selesai hanya dengan itu."

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore