seseorang yang menjadi lebih baik setelah mendengarkan musik. (Magnific)
JawaPos.com - Musik sering kali hadir dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Kita mendengarkannya ketika sedang berkendara, bekerja, berolahraga, membersihkan rumah, memasak, atau sekadar berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Bagi sebagian orang, musik bahkan terasa seperti teman yang selalu tersedia kapan saja.
Namun, musik bukan sekadar hiburan. Dalam psikologi, musik diketahui memiliki hubungan yang erat dengan emosi, perhatian, ingatan, motivasi, dan pengalaman sosial.
Lagu tertentu dapat membuat kita bersemangat ketika mengantuk, menenangkan diri ketika hari terasa berat, atau membawa kita kembali pada kenangan yang sudah lama berlalu.
Menariknya, kita tidak harus menjadi pencinta musik yang fanatik untuk mendapatkan manfaat tersebut. Kita juga tidak selalu membutuhkan waktu khusus untuk "menikmati musik". Justru, salah satu cara paling sederhana adalah memasukkan musik ke dalam rutinitas yang sudah kita jalani.
Kuncinya adalah menggunakan musik dengan sengaja.
Alih-alih membiarkan algoritma memilih lagu secara acak sepanjang hari, kita dapat mempertimbangkan suasana hati, aktivitas, dan kebutuhan psikologis kita saat memilih musik.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (10/9), terdapat enam cara yang dapat dicoba.
1. Mulailah Pagi dengan Musik yang Membantu Mengatur Suasana Hati
Cara pertama untuk membuat hari terasa lebih baik adalah menggunakan musik sebagai bagian dari ritual pagi.
Pagi hari memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana kita memasuki aktivitas selanjutnya. Setelah bangun tidur, sebagian orang langsung memeriksa notifikasi, membaca berita, membuka media sosial, atau memikirkan daftar pekerjaan yang belum selesai.
Kebiasaan tersebut tidak selalu buruk. Namun, jika hal pertama yang kita terima adalah informasi yang membuat cemas atau terburu-buru, suasana hati kita bisa ikut terbentuk olehnya.
Musik dapat menjadi alternatif yang lebih sederhana.
Cobalah membuat daftar lagu khusus untuk pagi hari. Tidak harus berupa musik yang sangat ceria. Pilih musik yang membuat Anda merasa nyaman, tenang, optimistis, atau siap memulai aktivitas.
Mengapa ini bisa membantu?
Musik berkaitan dengan sistem otak yang mengatur emosi dan penghargaan. Lagu yang kita sukai dapat memunculkan perasaan positif dan memberikan pengalaman emosional yang menyenangkan.
Selain itu, musik dapat menjadi semacam "penanda" psikologis.
Jika lagu-lagu tertentu selalu diputar ketika Anda membuat kopi, bersiap bekerja, atau berjalan pagi, lama-kelamaan musik tersebut dapat menjadi bagian dari ritual. Otak mulai mengasosiasikan rangkaian suara itu dengan keadaan tertentu: waktunya bangun, waktunya bergerak, atau waktunya memulai hari.
Karena itu, Anda tidak perlu mencari lagu yang paling populer. Cari lagu yang paling cocok dengan suasana yang ingin Anda bangun.
Misalnya:
Musik akustik yang lembut untuk pagi yang tenang.
Musik dengan tempo lebih cepat ketika membutuhkan energi.
Musik instrumental jika tidak ingin lirik mengalihkan perhatian.
Lagu favorit yang membuat Anda merasa optimistis.
Playlist nostalgia jika kenangan positif membantu memperbaiki suasana hati.
Yang penting bukan genre-nya, melainkan respons emosional yang ditimbulkannya pada diri Anda.
Jadikan musik sebagai "ritual pembuka"
Anda bisa membuat kebiasaan sederhana: setelah bangun, nyalakan satu playlist tertentu sambil mandi, membuat sarapan, atau bersiap bekerja.
Dengan begitu, musik tidak hanya menjadi suara latar. Ia menjadi sinyal bahwa hari telah dimulai.
Dan terkadang, perubahan kecil seperti ini cukup untuk membuat pagi terasa sedikit lebih manusiawi.
2. Gunakan Musik untuk Mengubah Suasana Hati ketika Hari Mulai Terasa Berat
Tidak semua hari berjalan sesuai rencana.
Ada pagi yang kacau, pekerjaan yang menumpuk, percakapan yang membuat kesal, perjalanan yang melelahkan, atau kabar yang membuat kita kehilangan semangat.
Dalam situasi seperti itu, musik bisa digunakan sebagai salah satu strategi sederhana untuk membantu mengelola emosi.
Psikologi mengenal konsep regulasi emosi, yaitu berbagai cara yang kita gunakan untuk memengaruhi emosi yang sedang kita alami.
Musik dapat menjadi salah satu alat regulasi tersebut.
Namun, ada satu hal menarik: musik yang tepat tidak selalu berarti musik yang paling ceria.
Ketika seseorang sedang sedih, misalnya, mendengarkan lagu yang sangat ceria mungkin justru terasa tidak cocok. Sebaliknya, lagu yang memiliki suasana serupa dengan perasaan kita dapat membuat kita merasa dimengerti.
Inilah salah satu alasan mengapa orang sering mendengarkan lagu sedih ketika sedang mengalami kesedihan.
Musik dapat memberikan pengalaman emosional tanpa mengharuskan kita menjelaskan perasaan tersebut dengan kata-kata.
Setelah itu, barulah kita dapat beralih secara perlahan ke musik yang lebih ringan atau lebih energik.
Coba gunakan "playlist transisi"
Daripada langsung berpindah dari lagu sedih ke lagu yang sangat ceria, buat playlist yang bergerak secara bertahap.
Misalnya:
Tahap 1: lagu yang sesuai dengan suasana hati saat ini.
Tahap 2: lagu yang sedikit lebih tenang atau memberi rasa nyaman.
Tahap 3: lagu dengan energi yang lebih tinggi.
Tahap 4: lagu yang membuat Anda merasa optimistis.
Pendekatan ini menyerupai perjalanan emosional kecil.
Tujuannya bukan memaksa diri untuk segera bahagia. Tujuannya adalah memberi ruang bagi emosi, kemudian membantu diri sendiri bergerak ke keadaan yang lebih baik.
Ini juga mengingatkan kita bahwa mengelola emosi tidak selalu berarti menghilangkan emosi.
Kadang-kadang, kita hanya perlu mengubah intensitasnya.
3. Pilih Musik Berdasarkan Aktivitas, Bukan Sekadar Selera
Kita sering memilih musik berdasarkan genre yang kita sukai.
Namun, jika ingin menggunakan musik secara lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari, pertanyaan yang lebih berguna mungkin adalah:
"Musik seperti apa yang cocok untuk aktivitas yang sedang saya lakukan?"
Sebab, kebutuhan psikologis kita berubah sepanjang hari.
Ketika berolahraga, kita mungkin membutuhkan energi dan motivasi.
Ketika bekerja, kita mungkin membutuhkan konsentrasi.
Ketika memasak, kita mungkin menginginkan suasana santai.
Ketika bersiap tidur, kita membutuhkan ketenangan.
Artinya, satu playlist tidak harus digunakan untuk segala situasi.
Untuk olahraga
Musik dengan tempo yang sesuai dapat membantu meningkatkan motivasi dan membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan.
Karena perhatian kita terbagi antara musik dan aktivitas, olahraga yang terasa berat kadang dapat menjadi sedikit lebih mudah secara subjektif.
Itulah sebabnya banyak orang memiliki playlist khusus olahraga.
Untuk bekerja atau belajar
Di sini, pemilihan musik perlu lebih hati-hati.
Musik dengan lirik yang sangat menarik dapat mengganggu sebagian orang ketika mereka sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan pemrosesan bahasa.
Jika pekerjaan membutuhkan konsentrasi tinggi, Anda dapat mencoba:
musik instrumental,
ambient,
musik klasik,
suara latar yang sederhana,
atau bahkan musik yang sudah sangat familiar sehingga tidak terlalu menarik perhatian.
Namun, tidak ada satu formula yang cocok untuk semua orang.
Sebagian orang justru bekerja lebih baik dengan musik berlirik.
Jadi, eksperimen pribadi tetap penting.
Untuk pekerjaan rumah
Ini salah satu kesempatan terbaik untuk menggunakan musik.
Membersihkan rumah mungkin bukan aktivitas favorit banyak orang. Tetapi musik dapat membuat aktivitas repetitif terasa lebih menyenangkan.
Putar playlist favorit ketika mencuci piring, menyapu, memasak, atau merapikan kamar.
Dengan begitu, musik membantu mengubah cara kita mengalami aktivitas yang sebenarnya biasa saja.
Bukan pekerjaannya yang berubah.
Pengalaman kita terhadap pekerjaan itulah yang berubah.
4. Manfaatkan Musik untuk Membantu Fokus dan Membentuk "Mode Kerja"
Pernahkah Anda merasa bahwa lagu tertentu membuat Anda langsung ingin bekerja?
Hal tersebut bisa terjadi karena otak manusia sangat baik dalam membentuk asosiasi.
Jika Anda berulang kali melakukan aktivitas tertentu sambil mendengarkan musik tertentu, musik tersebut dapat menjadi bagian dari konteks aktivitas itu.
Misalnya, Anda selalu menggunakan playlist yang sama ketika menulis.
Setelah dilakukan berulang kali, playlist tersebut dapat menjadi semacam sinyal:
Sekarang waktunya menulis.
Konsep ini mirip dengan membangun ritual.
Ritual tidak harus rumit. Bahkan sesuatu sesederhana memakai headphone, menyalakan playlist tertentu, lalu membuka laptop dapat menjadi urutan yang memberi sinyal kepada diri sendiri untuk mulai bekerja.
Buat "soundtrack" untuk pekerjaan tertentu
Anda dapat memiliki beberapa playlist:
Deep Work
Untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Routine Work
Untuk tugas administratif atau pekerjaan berulang.
Creative Mode
Untuk menulis, menggambar, merancang, atau melakukan pekerjaan kreatif.
Reset
Untuk istirahat dan memulihkan energi.
Dengan membedakan playlist berdasarkan fungsi, musik menjadi lebih dari sekadar hiburan.
Ia menjadi bagian dari sistem kebiasaan.
Namun, jangan menganggap musik sebagai obat ajaib untuk produktivitas. Jika sebuah pekerjaan membutuhkan konsentrasi ekstrem dan musik justru mengganggu, tidak ada masalah untuk bekerja dalam keheningan.
Tujuan utama bukan selalu mendengarkan musik.
Tujuan utamanya adalah menemukan lingkungan yang membantu otak bekerja dengan baik.
5. Gunakan Musik untuk Menghidupkan Kembali Kenangan Positif
Salah satu kekuatan musik yang paling menarik adalah hubungannya dengan memori.
Mungkin Anda pernah mendengar sebuah lagu secara tidak sengaja, lalu tiba-tiba teringat masa sekolah.
Atau sebuah lagu membuat Anda teringat pada perjalanan tertentu, seseorang, sebuah tempat, atau periode kehidupan yang sudah lama berlalu.
Fenomena seperti ini terjadi karena musik dapat menjadi bagian dari konteks ketika suatu pengalaman tersimpan dalam ingatan.
Karena itu, kita dapat menggunakan musik secara sengaja untuk menciptakan "arsip emosional" dalam kehidupan.
Buat playlist berdasarkan fase hidup
Daripada hanya membuat playlist berdasarkan genre, cobalah membuat playlist berdasarkan pengalaman.
Misalnya:
Lagu masa sekolah.
Lagu ketika pertama kali tinggal sendiri.
Lagu perjalanan favorit.
Lagu untuk masa ketika sedang mengejar impian.
Lagu yang mengingatkan pada teman-teman lama.
Lagu yang membuat Anda merasa seperti versi diri sendiri yang lebih muda.
Playlist seperti ini bisa menjadi semacam kapsul waktu.
Ketika Anda mendengarkannya beberapa tahun kemudian, musik dapat membantu menghidupkan kembali suasana dari periode tersebut.
Tentu, tidak semua kenangan bersifat positif.
Lagu juga dapat mengingatkan kita pada pengalaman yang menyakitkan. Karena itu, gunakan strategi ini dengan kesadaran terhadap kondisi emosional sendiri.
Jika sebuah lagu terus memperburuk suasana hati, Anda tidak perlu memaksakan diri mendengarkannya hanya karena lagu tersebut memiliki nilai sentimental.
Musik seharusnya membantu kita berhubungan dengan pengalaman hidup, bukan membuat kita terjebak di dalamnya.
6. Akhiri Hari dengan Musik yang Membantu Tubuh dan Pikiran Melambat
Jika pagi adalah waktu untuk memulai, malam dapat menjadi waktu untuk menurunkan kecepatan.
Masalahnya, banyak orang menjalani malam dengan pola yang justru mempertahankan kewaspadaan: bekerja sampai larut, menonton konten yang sangat merangsang, bermain media sosial, atau terus memikirkan pekerjaan esok hari.
Musik dapat menjadi bagian dari ritual untuk membantu menciptakan transisi menuju waktu istirahat.
Buat playlist malam yang berbeda dari playlist pagi atau olahraga.
Pilih musik yang:
lebih tenang,
tidak terlalu agresif,
memiliki tempo yang nyaman,
familiar,
dan tidak terlalu menuntut perhatian.
Volume juga sebaiknya tidak terlalu tinggi.
Yang ingin dibangun adalah suasana "melambat".
Buat ritual 30 menit sebelum tidur
Misalnya:
Menit 0–10: bereskan barang dan matikan pekerjaan.
Menit 10–20: mandi atau melakukan aktivitas santai sambil mendengarkan musik.
Menit 20–30: membaca, melakukan peregangan ringan, atau duduk tenang sambil mendengarkan playlist yang sama.
Setelah dilakukan secara konsisten, rangkaian tersebut dapat menjadi sinyal bagi tubuh dan pikiran bahwa aktivitas hari ini sedang berakhir.
Musik tidak harus membuat seseorang langsung mengantuk.
Fungsi yang lebih realistis adalah membantu menciptakan lingkungan yang mendukung relaksasi dan transisi dari aktivitas menuju istirahat.
Bagaimana Memilih Musik yang Tepat?
Salah satu kesalahan ketika membicarakan manfaat musik adalah menganggap ada jenis musik tertentu yang pasti baik untuk semua orang.
Kenyataannya lebih kompleks.
Respons seseorang terhadap musik dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, preferensi, budaya, konteks, dan kondisi emosional.
Musik yang menenangkan bagi satu orang bisa terasa membosankan bagi orang lain.
Lagu yang memberikan energi kepada seseorang mungkin justru membuat orang lain stres.
Karena itu, jangan terlalu terobsesi mencari "genre terbaik menurut psikologi".
Lebih baik tanyakan:
Apa yang musik ini lakukan terhadap saya?
Setelah mendengarkan sebuah lagu, apakah Anda merasa:
lebih tenang?
lebih berenergi?
lebih fokus?
lebih bahagia?
lebih terhubung dengan kenangan positif?
atau justru lebih gelisah dan terdistraksi?
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu Anda menemukan pola pribadi.
Musik Tidak Harus Mengisi Setiap Keheningan
Ada satu hal penting yang sering terlupakan ketika membicarakan manfaat musik.
Kita tidak perlu mendengarkan musik sepanjang hari.
Keheningan juga memiliki tempatnya sendiri.
Jika setiap aktivitas selalu disertai musik, podcast, video, atau suara lain, kita mungkin kehilangan kesempatan untuk sekadar berada dalam suasana tanpa stimulasi.
Karena itu, gunakan musik secara strategis.
Pagi mungkin membutuhkan energi.
Siang mungkin membutuhkan fokus.
Sore mungkin membutuhkan transisi.
Malam mungkin membutuhkan ketenangan.
Dan pada waktu tertentu, mungkin yang paling kita butuhkan hanyalah keheningan.
Dengan kata lain, tujuan memasukkan musik ke dalam kehidupan bukan membuat hidup selalu bersuara.
Tujuannya adalah menggunakan suara secara sadar untuk memperkaya pengalaman sehari-hari.
Contoh Rutinitas Sehari dengan Musik
Jika Anda ingin mencobanya, berikut contoh sederhana.
Pagi — "Start"
Putar musik yang membuat Anda merasa nyaman dan siap menjalani hari.
Gunakan saat mandi, membuat sarapan, atau bersiap.
Menjelang bekerja — "Focus"
Gunakan playlist yang familiar dan tidak terlalu mengganggu perhatian.
Jadikan lagu pembuka sebagai sinyal bahwa sesi kerja dimulai.
Siang — "Reset"
Setelah beberapa jam bekerja, dengarkan satu atau dua lagu yang Anda sukai sambil berjalan atau beristirahat.
Gunakan musik sebagai jeda psikologis.
Sore — "Energy"
Jika energi mulai turun, gunakan musik yang lebih hidup sambil menyelesaikan aktivitas ringan atau berolahraga.
Malam — "Slow Down"
Ganti musik dengan sesuatu yang lebih tenang.
Biarkan tempo aktivitas ikut menurun.
Sebelum tidur — "Quiet"
Jika musik membantu Anda rileks, gunakan playlist yang lembut dengan volume rendah.
Jika tidak, matikan musik dan biarkan kamar menjadi sunyi.
Pada Akhirnya, Musik adalah Alat untuk Mengelola Pengalaman Sehari-hari
Musik mungkin tidak bisa menyelesaikan masalah hidup.
Ia tidak akan menghilangkan pekerjaan yang menumpuk, memperbaiki semua hubungan, atau membuat hari buruk tiba-tiba menjadi sempurna.
Namun, musik dapat mengubah cara kita menjalani momen-momen kecil.
Ia dapat membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Ia dapat membuat pekerjaan rumah terasa tidak terlalu membosankan.
Ia dapat membantu kita masuk ke dalam suasana kerja.
Ia dapat menemani proses menenangkan diri.
Ia dapat menghubungkan kita dengan kenangan.
Dan kadang-kadang, sebuah lagu sederhana dapat memberi kita beberapa menit untuk berhenti, bernapas, dan merasa lebih baik.
Enam cara yang dapat dicoba adalah:
Mulai pagi dengan musik yang membangun suasana hati.
Gunakan musik untuk membantu mengatur emosi ketika hari terasa berat.
Pilih musik berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan.
Gunakan playlist sebagai sinyal untuk membangun fokus dan mode kerja.
Manfaatkan musik untuk mengakses kembali kenangan dan emosi positif.
Akhiri hari dengan musik yang membantu menciptakan suasana lebih tenang.
Yang terpenting, jangan mencari playlist yang "sempurna".
Cari musik yang tepat untuk momen tertentu dalam hidup Anda.
Sebab pada akhirnya, kekuatan musik bukan hanya terletak pada suara yang kita dengar, tetapi pada makna yang diberikan otak dan perasaan kita terhadap suara tersebut.
Satu lagu bisa menjadi energi di pagi hari, teman ketika bekerja, penghibur ketika sedih, pengingat sebuah kenangan, atau penanda bahwa hari sudah waktunya berakhir.
Dan mungkin itulah alasan musik terus menjadi bagian dari kehidupan manusia: karena terkadang, kita tidak membutuhkan sesuatu yang besar untuk membuat hari sedikit lebih baik.
Kita hanya membutuhkan lagu yang tepat, pada waktu yang tepat.
***