Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 23.44 WIB

Ini Alasan Mengapa Kita Ragu Menghubungi Teman Lama, Menurut Pandangan Psikologi

Ilustrasi pertemanan di masa muda hingga usia senja. (Psychology Today) - Image

Ilustrasi pertemanan di masa muda hingga usia senja. (Psychology Today)

JawaPos.com — Keinginan menghubungi kembali teman lama kerap muncul ketika seseorang memasuki fase hidup yang lebih reflektif. Namun, meski teknologi membuat menemukan kembali teman masa lalu semakin mudah, keputusan untuk mengirim pesan atau sekadar menyapa tidak selalu terasa sederhana. 

Ada harapan untuk kembali dekat, tetapi juga kekhawatiran bahwa hubungan tersebut tidak lagi sama. Melansir Psychology Today, Psikolog Frank McAndrew, Ph.D., menjelaskan bahwa keinginan menjalin kembali pertemanan lama dapat muncul karena beberapa alasan yang saling berkaitan. 

Ia mengaku semakin tertarik mengetahui kabar orang-orang yang pernah dikenalnya ketika memasuki usia akhir 50-an dan 60-an. “Saya terkejut dengan keraguan yang terkadang saya rasakan ketika menghubungi teman lama,” tulis McAndrew.

Tiga Alasan Ingin Kembali Terhubung

Pertama, seseorang mungkin benar-benar ingin mengetahui kehidupan teman yang dahulu sangat berarti baginya. Ada rasa sayang yang masih tersisa dan harapan bahwa orang tersebut menjalani kehidupan dengan baik.

Kedua, menghubungi teman lama dapat menjadi cara untuk terhubung kembali dengan versi diri sendiri di masa muda. Orang-orang yang mengenal kita ketika masih muda dapat menghidupkan kembali kenangan tentang masa yang dianggap lebih penuh harapan, energi, atau kemungkinan. Percakapan semacam itu bahkan dapat memberikan energi positif, setidaknya untuk sementara.

Ketiga, keinginan tersebut dapat berkaitan dengan tahap perkembangan psikologis yang dikemukakan Erik Erikson. Pada usia lanjut, khususnya di atas 65 tahun dalam teorinya, seseorang menghadapi konflik antara integrity dan despair, yakni menilai apakah kehidupannya telah memberikan pencapaian, kepuasan, kebijaksanaan, dan kedamaian atau justru dipenuhi penyesalan.

Teman sekolah atau teman masa kecil dapat menjadi titik pembanding untuk menilai perjalanan tersebut. Melihat kehidupan, pencapaian profesional, dan tingkat kebahagiaan teman sebaya dapat membantu seseorang memahami posisi dirinya saat ini.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore