Baca Juga: Meski Belum Makan Berat, 5 Jus Sayuran Penurun Berat Badan Ini Bisa Dikonsumsi saat Perut dalam Keadaan KosongSang penulis utama, yaitu Dr. Alba Camacho-Cardenosa dari Universitas Granada di Spanyol mengungkapkan bahwa membatasi waktu makan hingga delapan jam kapan saja sepanjang hari selama tiga bulan dapat menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan setidaknya dalam satu tahun.
Dengan kata lain, penelitian ini berkaitan erat dengan periode puasa 16 jam.
Penelitian lainnya yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine dengan uji coba terkontrol secara acak ditemukan bahwa membatasi makan hingga delapan jam per hari dapat menurunkan berat badan serta meningkatkan kesehatan kardiometabolik.
Sementara itu, studi terbaru yang mengamati efek jangka panjang selama 12 bulan pada 99 orang, dimana individu dibagi menjadi empat kelompok selama 12 minggu, yakni:
1. Kelompok yang makan dalam jangka waktu 12 jam atau lebih.
2. Kelompok yang membatasi makan hingga delapan jam mulai sebelum jam 10 pagi.
3. Kelompok yang membatasi makan hingga delapan jam mulai setelah jam 1 siang.
4. Kelompok yang memilih jendela makan delapan jam mereka sendiri.
Lalu, semua kelompok tersebut diberi tips tentang diet Mediterania untuk membantu mereka makan lebih sehat. Selain itu, para peneliti juga mengukur berat badan, lingkar pinggang, dan pinggul pada awal percobaan, setelah rencana 12 minggu, dan 12 bulan kemudian.
Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa kelompok yang makan lebih dari 12 jam atau lebih kehilangan rata-rata 1,4 kg. Sementara kelompok yang dibatasi waktu makan kehilangan lebih banyak berat badan, yaitu sekitar 3 - 4 kg.
Kelompok yang dibatasi waktu makan juga mengalami penurunan lingkar pinggang dan pinggul yang lebih besar hingga beberapa sentimeter dan mempertahankan penurunan berat badan yang lebih besar setelah 12 bulan.
Kemudian, dalam jangka waktu satu tahun, kelompok yang makan selama 12 jam atau lebih mengalami peningkatan berat badan rata-rata sebesar 0,4 kg. Ini berbanding terbalik dengan kelompok yang dibatasi waktu makan pada awal dan akhir yang justru mengalami penurunan berat badan sekitar 2 kg.
Sementara itu, pada kelompok yang memilih jendela makan mereka sendiri menunjukkan berat badan yang konstan meski tidak signifikan secara statistik.
Koordinator studi dari Universitas Granada, Dr. Jonatan Ruiz mengatakan bahwa puasa intermittent semacam ini layak dilakukan oleh orang dewasa yang overweight atau obesitas dan ingin menurunkan atau mempertahankan berat badan dengan cara yang relatif sederhana.
Cara ini juga dinilai tidak terlalu membosankan serta lebih efisien waktu bila dibandingkan dengan penghitungan kalori harian. Hanya saja masih diperlukan penelitian lebih lanjut, lebih besar, dan jangka panjang terkait hal ini.
Dr. Maria Chondronikola, peneliti utama sekaligus pimpinan nutrisi manusia di Laboratorium Penelitian Metabolik Universitas Cambridge setuju dengan hal tersebut.
Penelitian lanjutan sangat diperlukan, antara lain tentang seberapa baik peserta mematuhi waktu makan, tingkat asupan kalori, dan apakah makan dengan batasan waktu mengubah hasil metabolisme terkait obesitas.
Nantinya, penelitian tersebut akan memberikan dan menambah wawasan berharga tentang efektivitas sebenarnya dari makan dengan batasan waktu atau intermittent fasting.***