
Ilustrasi seorang wanita yang suka sekali menyemil. Freepik
JawaPos.com – Pernahkah kamu ngerasa mulut selalu ingin mengunyah sesuatu padahal perut sebenarnya masih terasa kenyang?
Hal ini sering sekali bikin terjebak dalam hobi ngemil yang tidak ada habisnya tanpa disadari.
Sebenernya, keinginan untuk terus memakan keripik atau cokelat itu bukan cuma soal laper lho, tapi ada alasan ilmiah di baliknya.
Dilansir dari Real Simple, inilah beberapa alasan yang menyebabkan seseorang sulit menolak camilan.
1. Sedang Merasa Stres dan Mood Berantakan
Sering kalau lagi pusing ngerjain tugas atau bosan, larinya malah ke makanan?
Itu namanya emotional eating, penyebabnya hormon kortisol saat stres bikin tubuh selalu ingin makanan yang manis atau berlemak supaya perasaan jadi lebih nyaman sesaat.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur atau begadang menyebabkan nafsu makan jadi meningkat. Kebiasaan ini menjadikan hormon lapar (ghrelin) naik drastis, sementara hormon yang bikin kenyang (leptin) malah turun sehingga otak terus mengirim sinyal lapar.
3. Cuma Merasa Haus
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022