seseorang yang berbagi sorotan dengan orang lain / foto: Magnific/pressmaster
Namun, menariknya, psikologi menunjukkan bahwa berbagi sorotan dengan orang lain tidak selalu berarti mengurangi nilai diri kita. Dalam banyak situasi, justru sebaliknya. Memberikan ruang kepada orang lain untuk mendapatkan perhatian, mengakui kontribusinya, atau merayakan keberhasilannya bersama-sama dapat memperkuat hubungan sosial, meningkatkan rasa percaya, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Berbagi sorotan bukan berarti merendahkan diri atau sengaja menghilangkan pencapaian pribadi. Ini lebih berkaitan dengan kemampuan untuk menyadari bahwa keberhasilan tertentu sering kali tidak terjadi sepenuhnya karena satu orang. Ada teman yang membantu, pasangan yang memberikan dukungan, rekan kerja yang berkontribusi, keluarga yang memberi semangat, atau seseorang yang mungkin bekerja di balik layar tanpa banyak mendapatkan pengakuan.
Lalu, mengapa berbagi sorotan bisa menjadi ide yang baik menurut psikologi?
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (16/9), terdapat tujuh alasannya.
1. Berbagi sorotan dapat memperkuat hubungan dengan orang lain
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan hubungan dengan orang lain bukan hanya untuk mendapatkan bantuan praktis, tetapi juga untuk memperoleh rasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari suatu kelompok.
Ketika seseorang memilih untuk berbagi penghargaan atau perhatian, ia sebenarnya sedang mengirimkan pesan sosial yang cukup kuat: "Saya melihat kontribusi Anda."
Pesan sederhana semacam ini dapat memiliki dampak besar dalam sebuah hubungan.
Bayangkan seseorang berhasil menyelesaikan proyek besar. Ia bisa saja menerima seluruh pujian untuk dirinya sendiri. Namun, jika ia mengatakan bahwa keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari bantuan tim, ia memberikan pengakuan kepada orang-orang yang terlibat.
Bagi orang yang menerima pengakuan tersebut, pengalaman itu dapat menciptakan perasaan dihargai. Sementara bagi orang yang memberikan pengakuan, tindakan tersebut dapat memperkuat hubungan sosial.
Hal ini berlaku dalam berbagai konteks.
Di tempat kerja, misalnya, seorang pemimpin yang memberikan penghargaan kepada anggota tim dapat membangun rasa kebersamaan. Dalam persahabatan, seseorang yang ikut merayakan keberhasilan temannya menunjukkan bahwa hubungan mereka tidak hanya berpusat pada dirinya sendiri. Dalam keluarga, mengakui kontribusi anggota keluarga dapat menciptakan suasana yang lebih suportif.
Dengan kata lain, berbagi sorotan dapat menjadi bentuk komunikasi sosial yang menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang tidak membuatnya melupakan orang lain.
2. Berbagi sorotan dapat membuat keberhasilan terasa lebih bermakna
Ada perbedaan antara "saya berhasil" dan "kami berhasil."
Keduanya sama-sama dapat membanggakan, tetapi pengalaman emosionalnya bisa berbeda.
Keberhasilan yang dibagikan dengan orang lain sering kali memiliki makna sosial yang lebih luas. Kita tidak hanya mengingat hasil akhirnya, tetapi juga mengingat orang-orang yang menemani proses tersebut.
Misalnya, seseorang berhasil menyelesaikan pendidikan setelah bertahun-tahun berusaha. Tentu saja pencapaian tersebut adalah miliknya. Namun, mungkin ada orang tua yang selalu mendukung, teman yang membantu ketika mengalami kesulitan, atau pasangan yang menemani selama masa-masa penuh tekanan.
Ketika keberhasilan tersebut dibagikan melalui ucapan seperti, "Saya tidak akan sampai di titik ini tanpa dukungan kalian," pencapaian tersebut memperoleh lapisan makna tambahan.
Ia bukan lagi sekadar cerita tentang seseorang yang mencapai tujuan.
Ia menjadi cerita tentang perjalanan bersama.
Dari perspektif psikologi positif, pengalaman yang memiliki makna biasanya lebih mudah dikaitkan dengan kepuasan dan kesejahteraan psikologis. Manusia tidak hanya mengejar kesenangan atau pencapaian, tetapi juga ingin merasa bahwa apa yang mereka lakukan memiliki arti.
Berbagi sorotan dapat membantu seseorang melihat keberhasilan sebagai bagian dari hubungan dan perjalanan yang lebih besar.
3. Berbagi penghargaan dapat mengurangi persaingan yang tidak perlu
Dalam banyak lingkungan sosial, perhatian dan pengakuan bisa terasa seperti sumber daya yang terbatas.
Jika satu orang mendapatkan pujian, orang lain mungkin merasa dirinya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pujian. Dari sinilah persaingan sosial dapat muncul.
Persaingan tidak selalu buruk. Dalam kadar tertentu, kompetisi dapat mendorong seseorang untuk berkembang. Namun, ketika kebutuhan untuk menjadi yang paling menonjol menjadi terlalu kuat, hubungan sosial dapat terganggu.
Seseorang mungkin mulai membandingkan dirinya dengan orang lain.
"Apakah saya lebih sukses?"
"Apakah pekerjaan saya lebih dihargai?"
"Mengapa dia yang mendapatkan pujian?"
"Apakah pencapaian saya dianggap kurang penting?"
Pola seperti ini dapat membuat interaksi sosial menjadi melelahkan.
Berbagi sorotan menawarkan pendekatan yang berbeda.
Alih-alih melihat perhatian sebagai sesuatu yang harus dimiliki sendirian, seseorang dapat melihat keberhasilan sebagai sesuatu yang dapat dirayakan bersama.
Contohnya, seorang manajer mendapatkan penghargaan karena keberhasilan departemennya. Ia bisa menerima penghargaan tersebut sebagai pencapaian pribadi. Namun, ia juga dapat menggunakan kesempatan itu untuk mengakui kontribusi tim.
Sikap seperti ini dapat mengubah suasana dari "siapa yang paling hebat?" menjadi "apa yang berhasil kita lakukan bersama?"
Perubahan kecil dalam cara memandang keberhasilan dapat membantu menciptakan interaksi yang lebih kooperatif.
4. Mengakui orang lain dapat meningkatkan rasa percaya
Kepercayaan tidak terbentuk hanya karena seseorang berkata, "Percayalah kepada saya."
Kepercayaan biasanya berkembang melalui berbagai pengalaman kecil yang menunjukkan bahwa seseorang dapat diandalkan, menghargai orang lain, dan bertindak secara konsisten.
Memberikan pengakuan kepada orang lain merupakan salah satu perilaku yang dapat membantu membangun pengalaman tersebut.
Ketika seseorang berbagi sorotan, ia menunjukkan bahwa dirinya tidak merasa harus mengambil seluruh penghargaan.
Misalnya, dalam sebuah proyek, seseorang mengatakan:
"Bagian analisis ini sebenarnya banyak dibantu oleh Rina."
Pernyataan tersebut tampak sederhana. Namun, bagi Rina, pengakuan itu menunjukkan bahwa kontribusinya diperhatikan.
Dalam hubungan profesional, hal seperti ini dapat membantu membangun kepercayaan karena orang merasa kontribusi mereka tidak akan begitu saja diambil alih atau diklaim oleh orang lain.
Hal yang sama dapat terjadi dalam hubungan pribadi.
Seorang pasangan yang mengatakan, "Kita berhasil melewati masa sulit ini bersama," menunjukkan bahwa ia melihat hubungan sebagai sebuah kemitraan.
Kepercayaan sering kali tumbuh ketika seseorang merasa bahwa dirinya tidak hanya dipakai sebagai alat untuk membantu keberhasilan orang lain, tetapi juga dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan tersebut.
5. Berbagi sorotan dapat membuat orang lain merasa lebih termotivasi
Pengakuan sosial dapat menjadi sumber motivasi.
Ketika seseorang mengetahui bahwa kontribusinya diperhatikan, ia mungkin merasa lebih terdorong untuk terus memberikan kontribusi positif.
Bayangkan sebuah tim yang berhasil mencapai target. Pemimpinnya tidak hanya mengatakan, "Saya berhasil mencapai target."
Sebaliknya, ia mengatakan:
"Target ini tercapai karena semua orang memberikan kontribusi. Saya ingin mengapresiasi kerja keras tim, terutama mereka yang bekerja di belakang layar."
Ucapan seperti itu dapat memberikan pengalaman psikologis yang berbeda kepada anggota tim.
Mereka tidak hanya melihat keberhasilan sebagai sesuatu yang dimiliki oleh pemimpin atau organisasi. Mereka melihat bahwa usaha mereka memiliki dampak.
Hal ini penting karena motivasi manusia tidak selalu berasal dari imbalan material.
Rasa dihargai, rasa memiliki, dan perasaan bahwa kontribusi kita berarti juga dapat menjadi sumber motivasi.
Tentu saja, berbagi sorotan bukanlah jaminan bahwa seseorang akan selalu termotivasi. Faktor motivasi sangat kompleks. Namun, pengakuan yang tulus dapat menjadi salah satu elemen positif dalam lingkungan sosial.
6. Berbagi sorotan dapat melatih kerendahan hati tanpa harus meremehkan diri sendiri
Ada anggapan bahwa rendah hati berarti tidak boleh membicarakan keberhasilan diri sendiri.
Padahal, kerendahan hati tidak sama dengan menganggap diri tidak berharga.
Seseorang tetap dapat bangga terhadap pencapaiannya sambil mengakui kontribusi orang lain.
Ini merupakan perbedaan yang penting.
Misalnya, seseorang mengatakan:
"Saya bangga bisa menyelesaikan proyek ini. Tetapi saya juga berterima kasih kepada tim karena banyak hal yang tidak mungkin saya lakukan sendirian."
Kalimat tersebut tidak menghapus pencapaian pribadi.
Ia tetap mengakui keberhasilan.
Namun, pada saat yang sama, ia menunjukkan kesadaran bahwa dirinya bukan satu-satunya faktor yang berperan.
Kerendahan hati semacam ini dapat membantu seseorang memiliki pandangan yang lebih realistis terhadap keberhasilan.
Dalam kehidupan nyata, pencapaian manusia sering dipengaruhi oleh banyak faktor: kesempatan, dukungan sosial, pendidikan, lingkungan, kerja sama, kondisi ekonomi, pengalaman, bahkan keberuntungan.
Mengakui faktor-faktor tersebut tidak berarti seseorang harus menganggap kerja kerasnya tidak penting.
Sebaliknya, hal itu membantu seseorang memahami pencapaiannya secara lebih utuh.
7. Berbagi sorotan dapat menciptakan budaya saling mendukung
Mungkin alasan terbesar mengapa berbagi sorotan penting bukan hanya dampaknya terhadap satu hubungan, tetapi efeknya terhadap budaya sebuah kelompok.
Bayangkan sebuah lingkungan di mana setiap orang berusaha mendapatkan seluruh pujian.
Jika seseorang berhasil, ia mengambil semua kredit.
Jika orang lain membantu, kontribusinya jarang disebut.
Lama-kelamaan, orang mungkin mulai berhenti membantu. Mereka bisa merasa bahwa usaha mereka tidak akan dihargai.
Sekarang bayangkan lingkungan yang berbeda.
Ketika seseorang berhasil, ia mengakui orang-orang yang membantunya. Ketika seorang anggota tim melakukan pekerjaan penting, orang lain ikut memberikan apresiasi. Ketika seseorang mendapatkan penghargaan, ia menggunakan kesempatan tersebut untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekitarnya.
Perilaku tersebut dapat menjadi norma sosial.
Orang belajar bahwa memberikan penghargaan kepada orang lain adalah sesuatu yang wajar.
Inilah salah satu alasan mengapa tindakan sederhana seperti berbagi sorotan dapat memiliki efek yang lebih besar daripada yang terlihat.
Satu orang memberikan pengakuan.
Orang lain merasa dihargai.
Kemudian orang tersebut mungkin melakukan hal yang sama kepada orang lain.
Pada akhirnya, tercipta pola interaksi yang lebih suportif.
Berbagi Sorotan Bukan Berarti Menghilangkan Pencapaian Pribadi
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa berbagi sorotan bukan berarti seseorang harus selalu memberikan seluruh kredit kepada orang lain.
Ada situasi ketika seseorang memang layak mendapatkan pengakuan atas kerja kerasnya.
Mengakui kontribusi orang lain tidak berarti harus menghapus kontribusi diri sendiri.
Keduanya dapat dilakukan secara bersamaan.
Misalnya:
"Saya sangat bangga dengan hasil ini karena saya bekerja keras selama berbulan-bulan. Saya juga berterima kasih kepada tim yang membantu saya menyelesaikannya."
Pernyataan tersebut menunjukkan keseimbangan.
Ada penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus penghargaan terhadap orang lain.
Keseimbangan ini penting karena terlalu sering mengecilkan pencapaian diri sendiri juga tidak sehat. Seseorang tidak harus mengatakan bahwa keberhasilannya semata-mata karena bantuan orang lain jika kenyataannya ia memang memberikan sebagian besar usaha.
Berbagi sorotan sebaiknya berasal dari penghargaan yang tulus, bukan dari kewajiban untuk selalu mengorbankan diri.
Bagaimana Cara Berbagi Sorotan dengan Orang Lain?
Berbagi sorotan tidak harus dilakukan melalui tindakan besar. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak cara sederhana untuk melakukannya.
1. Sebutkan kontribusi orang lain
Jika seseorang memang membantu, sebutkan secara spesifik.
Daripada mengatakan:
"Terima kasih semuanya."
Kita bisa mengatakan:
"Terima kasih kepada Andi yang membantu menyelesaikan bagian data dan kepada Sinta yang memastikan presentasinya siap."
Pengakuan yang spesifik biasanya terasa lebih personal.
2. Rayakan keberhasilan bersama
Jika pencapaian melibatkan orang lain, jangan hanya merayakannya sendirian.
Ajak mereka menikmati momen tersebut.
3. Berikan kredit kepada orang yang bekerja di belakang layar
Tidak semua kontribusi terlihat.
Orang yang mengatur jadwal, memeriksa detail, memperbaiki kesalahan kecil, atau memberikan dukungan emosional mungkin tidak mendapatkan banyak perhatian.
Memberikan pengakuan kepada mereka adalah bentuk apresiasi yang berarti.
4. Jangan takut mengatakan "kami"
Kata "kami" dapat memiliki makna yang kuat ketika sebuah keberhasilan memang merupakan hasil kerja bersama.
5. Tetap akui kontribusi diri sendiri
Berbagi sorotan bukan berarti menghapus diri sendiri dari cerita.
Anda tetap boleh mengatakan bahwa Anda bekerja keras, bangga terhadap pencapaian Anda, dan menikmati hasilnya.
Yang penting adalah memberikan ruang bagi orang lain ketika memang mereka turut berkontribusi.
Kesimpulan
Berbagi sorotan dengan orang lain mungkin terlihat seperti tindakan kecil. Namun, secara psikologis, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai aspek penting dalam hubungan sosial: rasa dihargai, kepercayaan, kerja sama, motivasi, dan rasa memiliki.
Ketika seseorang memilih untuk memberikan ruang bagi orang lain dalam momen keberhasilannya, ia tidak selalu kehilangan sesuatu. Justru, ia dapat mengubah sebuah pencapaian pribadi menjadi pengalaman yang lebih bermakna secara sosial.
Ada tujuh alasan utama yang dapat kita ingat:
Berbagi sorotan dapat memperkuat hubungan.
Keberhasilan dapat terasa lebih bermakna ketika dirayakan bersama.
Pengakuan kepada orang lain dapat mengurangi persaingan sosial yang tidak perlu.
Memberikan kredit dapat membantu membangun kepercayaan.
Penghargaan dapat membuat kontribusi seseorang terasa berarti.
Berbagi sorotan dapat melatih kerendahan hati yang sehat.
Kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan budaya saling mendukung.
Pada akhirnya, berbagi sorotan bukan tentang membuat diri sendiri menjadi kurang penting.
Ini tentang menyadari bahwa dalam banyak perjalanan hidup, kita tidak benar-benar berjalan sendirian.
Ada orang yang membantu kita memulai, ada yang menemani ketika perjalanan menjadi sulit, dan ada yang mungkin bekerja bersama kita tanpa pernah mendapatkan banyak perhatian.
Memberikan mereka sebagian dari sorotan bukan berarti cahaya kita menjadi lebih redup.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022