
seseorang yang dianggap melelahkan. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, seseorang biasanya mengalami banyak perubahan dalam kehidupan. Perubahan tersebut bisa berupa kondisi fisik, kesehatan mental, peran sosial, hingga cara memandang dunia. Dalam psikologi perkembangan—khususnya bidang Psikologi Perkembangan—fase lanjut usia merupakan periode yang penuh penyesuaian.
Sebagian orang lanjut usia mampu menyesuaikan diri dengan baik dan tetap menjadi pribadi yang menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Namun, ada juga beberapa perilaku yang tanpa disadari dapat membuat orang di sekitarnya merasa lelah secara emosional ketika berinteraksi dengan mereka.
Penting untuk dipahami bahwa perilaku-perilaku ini tidak muncul begitu saja. Banyak di antaranya berkaitan dengan rasa kehilangan, perubahan peran hidup, atau kebutuhan akan perhatian. Dilansir dari Geediting pada Senin (9/3), terdapat enam perilaku yang menurut psikologi sering membuat orang lanjut usia terasa melelahkan untuk didekati.
1. Terlalu Sering Mengeluh Tentang Segala Hal
Salah satu perilaku yang paling sering membuat orang lain merasa lelah adalah kebiasaan mengeluh secara terus-menerus.
Keluhan bisa berkaitan dengan kesehatan, keluarga, kondisi ekonomi, atau bahkan hal-hal kecil sehari-hari. Dalam jumlah wajar, mengeluh adalah cara seseorang mengekspresikan perasaan. Namun jika hampir setiap percakapan dipenuhi keluhan, orang di sekitar bisa merasa kewalahan.
Menurut konsep kesejahteraan psikologis dalam teori Carol Dweck tentang pola pikir, seseorang yang terus berfokus pada hal negatif cenderung memperkuat persepsi negatif terhadap hidupnya sendiri. Akibatnya, percakapan dengan orang tersebut sering terasa berat dan penuh energi emosional.
Pada orang lanjut usia, kebiasaan ini sering muncul karena mereka merasa kehilangan kendali terhadap banyak aspek kehidupan.
2. Sering Mengkritik atau Menghakimi Generasi yang Lebih Muda
Perilaku lain yang sering membuat hubungan menjadi tidak nyaman adalah kecenderungan untuk terus-menerus mengkritik generasi muda.
Contohnya:
Mengatakan anak muda tidak sopan
Menganggap cara hidup generasi sekarang salah
Membandingkan masa lalu dengan masa kini secara berlebihan
Dalam psikologi sosial, fenomena ini sering dikaitkan dengan perubahan identitas sosial dan nostalgia terhadap masa lalu. Teori tahap perkembangan dari Erik Erikson menjelaskan bahwa pada masa lanjut usia seseorang berada pada tahap integrity vs despair—fase ketika seseorang menilai kembali kehidupan yang telah dijalani.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
