
seseorang yang rutin berolahraga pagi (Freepik/pixel-shot.com)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang usianya seolah “berhenti” di titik tertentu? Rambutnya mungkin mulai beruban, tetapi raut wajahnya tetap segar. Energinya stabil, cara bicaranya tenang, dan kehadirannya terasa ringan.
Banyak orang mengira rahasia mereka ada pada genetik, perawatan mahal, atau diet ekstrem. Padahal, menurut psikologi, kunci awet muda—baik secara mental maupun emosional—sering kali tersembunyi dalam kebiasaan pagi yang sederhana dan kerap diremehkan.
Pagi adalah fondasi hari. Cara seseorang memulai paginya dapat memengaruhi tingkat stres, kejernihan berpikir, bahkan bagaimana tubuh merespons penuaan dalam jangka panjang.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (2/1), orang-orang yang tampak menua dengan lambat biasanya tidak melakukan hal luar biasa, tetapi mereka konsisten mempraktikkan kebiasaan kecil yang memberi efek besar. Berikut tujuh di antaranya.
1. Bangun tanpa langsung “menyerang” diri sendiri
Kebiasaan pertama ini terdengar sepele: tidak langsung memeriksa ponsel, email, atau berita begitu membuka mata. Secara psikologis, otak yang baru bangun berada dalam kondisi transisi. Ketika langsung dibanjiri informasi, notifikasi, dan tuntutan, sistem saraf masuk ke mode siaga terlalu cepat.
Orang yang menua dengan lambat cenderung memberi jeda. Mereka bangun, menarik napas dalam, menyadari tubuhnya, dan membiarkan pikiran “mendarat” dengan tenang. Kebiasaan ini membantu menurunkan hormon stres sejak pagi, yang dalam jangka panjang berkontribusi pada penuaan yang lebih lambat, baik secara mental maupun fisik.
2. Melakukan gerakan ringan, bukan olahraga berat
Banyak orang berpikir awet muda identik dengan olahraga keras. Faktanya, menurut psikologi kesehatan, konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas. Orang-orang yang tampak muda lebih lama biasanya memulai pagi dengan gerakan ringan: peregangan, berjalan santai, atau yoga singkat.
Gerakan ini bukan hanya melenturkan otot, tetapi juga memberi sinyal pada otak bahwa tubuh aman dan siap menjalani hari. Efeknya adalah suasana hati yang lebih stabil dan rasa “hidup” yang tetap terjaga, sesuatu yang sering hilang seiring bertambahnya usia.
3. Menyapa diri sendiri dengan pikiran yang ramah
Kita semua memiliki dialog batin. Bedanya, orang yang menua dengan lambat cenderung tidak memulai pagi dengan kritik. Alih-alih berkata, “Aku lelah,” atau “Hari ini pasti berat,” mereka memilih kalimat yang lebih netral atau penuh penerimaan.
Psikologi menunjukkan bahwa self-talk yang lembut mengurangi tekanan emosional kronis. Ketika tekanan batin berkurang, wajah menjadi lebih rileks, tubuh tidak mudah tegang, dan seseorang tampak lebih segar dari usianya.
4. Bersyukur secara spesifik, bukan umum
Banyak orang tahu tentang rasa syukur, tetapi sering melakukannya secara abstrak: “Saya bersyukur hari ini.” Orang yang menua dengan lambat melangkah lebih jauh. Mereka menyebutkan hal-hal spesifik, sekecil apa pun—udara pagi, secangkir teh hangat, atau tubuh yang masih bisa bergerak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022