
BERTAHAP: Kerja sensor motorik anak usia di bawah 5 tahun belum optimal. Karena itu, anak-anak terkadang tidak tahu bahwa yang baru saja dilakukannya menyakiti orang lain. Misalnya, anak yang berebut mainan. Bisa saja itu terjadi karena mereka belum paham
Selain mengenalkan angka dan alfabet, ada hal lain yang tak boleh dilewatkan begitu saja oleh parents. Apa itu? Mengajari anak mudah meminta maaf dan berlapang dada agar memaafkan orang lain.
---
SEJAK kapan sebetulnya anak sudah bisa diajari konsep maaf dan memaafkan? Jawabannya sejak dini. Hmmm, tapi mulai kapan?
Laurencia Ika Wahyuningrum selaku konselor anak dan remaja menuturkan, saat anak usia 2 tahun sudah bisa dikenalkan bagaimana meminta maaf dan memaafkan. Sebab, pada usia tersebut, anak mulai tahu bagaimana ekspresi wajah orang sekitar. ”Mulai dari wajah yang memaafkan bagaimana dan minta maaf seperti apa,” terangnya.
Namun, lanjut perempuan yang akrab disapa Ika itu, kerja sensor motorik anak usia di bawah 5 tahun belum optimal. Karena itu, anak-anak terkadang tidak tahu bahwa yang baru saja dilakukannya menyakiti orang lain. Misalnya, adik ingin pinjam mainan kakak.
Karena adik masih usia 3 tahun, adik tidak tahu cara meminjam yang betul seperti apa. Tiba-tiba adik merebut. Adik belum paham bahwa merebut telah menimbulkan rasa sakit hati kakak. Nah, kakak tidak terima. Ika menyebutkan, orang tua bisa masuk memberikan penjelasan. Kasih contoh yang baik seperti apa. ’’Dan, jangan lupa mainkan peran orang tua dengan mencontohkan meminta maaf kepada kakak oleh adik,” imbuhnya.
Banyak manfaat yang dipanen orang tua saat mengajarkan konsep maaf dan memaafkan kepada anak sejak dini. Di antaranya, meningkatkan rasa percaya diri dan belajar berempati serta bersimpati. Dengan begitu, anak tidak akan malu mengucapkan kata maaf di kemudian hari ketika mereka tahu perbuatannya salah. Anak bakal percaya diri mengucapkan maaf. Tak malu lagi.
Hindari memaksa anak untuk meminta maaf dengan segera, yes. Menurut Ika, sebaiknya mama berdiskusi dengan anak. Misalnya, adik sudah memukul kakak. Parents juga tidak direkomendasikan untuk membentak atau memukul balik anak. ”Ngomong sama anak, kalau adik dipukul sama orang lain sakit enggak? Sakit dong pasti. Nah, tadi adik mukul kakak. Kakak kesakitan itu, gimana kalau minta maaf? Bunda temanin ya,” paparnya.
Bunda-ayah jangan lupa beri apresiasi kepada anak saat mereka berani meminta maaf atau memaafkan. Tak perlu barang yang mewah. Pelukan yang erat dan eye contact yang dalam akan lebih berarti buat malaikat kecil parents. Sambil bisikin, jagoan mama pinter banget sih!

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
