
Ilustrasi seorang wanita yang baru saja melakukan pemasangan behel (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Behel atau kawat gigi adalah alat ortodonti yang digunakan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang agar lebih rapi serta fungsional. Behel bekerja dengan memberikan tekanan ringan secara konstan pada gigi, sehingga gigi perlahan bergeser ke posisi yang diinginkan.
Alat ini biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah gigi seperti gigi gingsul, gigi terlalu renggang, serta gigitan tidak sejajar (overbite dan underbite). Setelah pemasangan, behel harus digunakan setidaknya 1-3 tahun agar hasilnya terlihat dan sesuai keinginan.
Jenis Behel dan Perbedaannya
Berdasarkan kondisi gigi setiap pasien, terdapat beberapa pilihan jenis behel atau kawat gigi yang bisa direkomendasikan dokter. Dikutip dari Alodokter, jenis pertama adalah conventional braces yang merupakan behel konvensional, umumnya dipasang di bagian depan gigi dan terbuat dari logam, keramik atau plastik.
Berikutnya, terdapat lingual braces yang akan dipasang di belakang gigi, sehingga tidak terlihat dari depan. Ada juga clear aligner yang sangat berbeda dari behel pada umumnya, jenis ini berbahan plastik transparan yang menutupi gigi dan dapat dilepas pasang. Sementara itu, self-ligating braces adalah jenis behel yang dilengkapi logam kecil pada bracket sebagai penopangnya.
Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Pemakaian Behel
Selama menggunakan behel kamu harus benar-benar menjaga dan merawat kondisi gigi, hal ini penting agar behel tidak menimbulkan luka atau malah merusak gigi. Dikutip dari Hello Sehat, terdapat beberapa tips untuk merawat kondisi gigi selama pemakaian behel agar tidak mengalami masalah.
1. Sikat Gigi dengan Cara yang Benar
Bagi pengguna behel dianjurkan untuk menyikat gigi setiap selesai makan, lebih idealnya yaitu satu jam setelah makan. Pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, termasuk sela-sela gigi serta area di sekitar kawat dan bracket.
Agar pembersihan lebih efektif, gunakan sikat gigi khusus ortho yang memiliki bulu halus, lebih pendek, dan cekungan di bagian tengah. Pastikan juga pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride untuk membantu mencegah gigi berlubang.
2. Menggunakan Obat Kumur dan Dental Floss
Selain menyikat gigi, perawatan behel juga perlu didukung dengan penggunaan obat kumur dan dental floss khusus untuk pengguna kawat gigi. Cara ini membantu membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
The American Association of Orthodontists (AAO) menyarankan penggunaan dental floss untuk mengangkat sisa makanan yang menempel di sela gigi, kawat, maupun bracket. Namun, hindari benang gigi yang terlalu kasar atau menariknya dengan kuat agar tidak melukai gusi.
3. Kurangi Minuman Manis dan Asam
Kandungan gula yang tinggi pada minuman manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, sementara minuman dengan kadar asam tinggi dapat mempercepat kerusakan enamel karena memicu erosi gigi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
