
Ilustrasi seseorang yang memegang kepalanya di rumah./Freepik
JawaPos.com - Menurunnya daya ingat adalah bagian alami dari proses penuaan, di mana kita mungkin sesekali lupa menaruh kunci mobil atau nama orang. Namun, ahli neurologi menjelaskan ada perbedaan besar antara sesekali lupa dengan penurunan memori yang terjadi secara kronis. Menyadari bahwa daya ingat Anda mungkin menurun lebih cepat dari yang seharusnya tentu bisa memicu kecemasan.
Artikel ini akan menjabarkan enam tanda penting yang mengindikasikan penurunan memori terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan, melansir dari Global English Editing Rabu (29/10).
Mengenali tanda-tanda ini sejak dini dapat membuka jalan bagi penyesuaian gaya hidup yang lebih baik untuk kesehatan kognitif. Tidak perlu panik, tetapi kesadaran akan kondisi ini adalah langkah awal yang sangat penting.
1. Normalisasi Repetisi yang Berlebihan
Sesekali mengulang cerita atau lelucon yang sudah pernah disampaikan kepada teman adalah hal yang normal bagi setiap orang. Namun, jika pengulangan menjadi suatu kebiasaan, ini bisa menjadi sinyal bahwa otak Anda sedang mengalami masalah penurunan daya ingat. Secara neurologi, sering mengulang cerita, menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali setelah mendapat jawaban, atau melupakan kejadian yang baru saja terjadi adalah indikasi yang perlu diperhatikan. Jangan abaikan jika repetisi ini terjadi semakin sering, dan segera ambil langkah untuk melindungi kesehatan fungsi otak Anda.
2. Multi-tasking Menjadi Tugas yang Sangat Berat
Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan mereka melakukan banyak hal sekaligus, misalnya menyelesaikan panggilan konferensi sambil menyiapkan makan malam. Ketika kemampuan untuk menyeimbangkan banyak aktivitas sekaligus tiba-tiba menghilang, ini bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan. Menurut neurologi, kesulitan dalam mengelola beberapa tugas sekaligus bisa menjadi sinyal peringatan dini bahwa daya ingat mulai menurun. Jika keahlian multi-tasking Anda tiba-tiba goyah, jangan salahkan diri sendiri, tetapi perhatikan kondisi tersebut lebih cermat.
3. Tiba-tiba Tersesat di Tempat yang Familiar
Otak kita memiliki 'GPS internal' yang terletak di wilayah hippocampus dan bertanggung jawab untuk memori spasial atau daya ingat lokasi. Bagian otak ini membantu Anda menavigasi area yang sudah dikenal dengan baik bahkan tanpa adanya penanda visual yang jelas. Melemahnya memori spasial dapat mengindikasikan lebih dari sekadar lupa sederhana, kata para ahli neurologi. Jika jalanan dan bangunan yang sudah Anda kenal terasa membingungkan atau asing, ini bisa menjadi tanda fungsi memori tidak bekerja secara optimal.
4. Tugas Reguler Sehari-hari Terasa Membingungkan
Setiap orang memiliki rutinitas yang sudah mendarah daging seperti menyeduh kopi, menggunakan komputer, atau menjalankan tugas pekerjaan harian lainnya. Bagaimana jika aktivitas harian yang otomatis ini mendadak terasa seperti teka-teki yang sulit dipecahkan? Alat sederhana seperti mesin kopi yang dipakai bertahun-tahun atau smartphone pribadi mulai membingungkan, dapat mengindikasikan masalah. Neurologi menjelaskan, kesulitan dengan kegiatan rutin menunjukkan fungsi memori Anda mungkin tidak bekerja pada kapasitas optimalnya.
5. Lupa di Mana Terakhir Kali Memarkir Kendaraan
Banyak orang merasa sering lupa di mana mobil diparkir, terutama di tempat parkir bawah tanah atau lokasi yang sangat luas. Namun, neurologi berpendapat bahwa secara konsisten melupakan lokasi parkir mobil dapat menunjukkan masalah memori yang lebih serius. Sesekali lupa, terutama di tempat ramai dan besar, memang wajar. Namun, jika 'sesekali' menjadi 'hampir setiap saat', maka kondisi ini perlu diperhatikan lebih seksama untuk diagnosis lebih lanjut.
6. Kesulitan Menemukan Kata-kata yang Tepat
Semua orang pasti pernah mengalami momen kata-kata terasa tertahan di ujung lidah dan sulit keluar, dan ini adalah hal yang sangat normal dan membuat frustrasi. Namun, jika kesulitan yang konsisten dalam menemukan kosakata yang tepat atau nama sering terjadi, ini bisa menjadi tanda penurunan memori dini, menurut neurologi. Frekuensi momen 'di ujung lidah' yang meningkat pesat dapat menjadi sinyal dari pikiran Anda yang perlu segera ditanggapi. Mendapatkan diagnosis dini dari profesional adalah langkah cerdas dan preventif yang bisa dilakukan sekarang juga.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
