Ilustrasi seorang anak perempuan sedang mengaplikasikan krim wajah bersama ibunya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Merawat kulit bukan sekadar tren kecantikan, tetapi bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Banyak orang bertanya-tanya kapan sebaiknya mulai melakukan rutinitas perawatan kulit. Faktanya, tidak ada usia pasti untuk memulainya, karena kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Namun, yang paling penting dan wajib dilakukan sejak dini adalah penggunaan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Anak-anak sebaiknya sudah mulai mengenal pentingnya melindungi kulit dari sinar matahari, terutama saat bermain di luar. Paparan sinar UV dapat merusak lapisan kulit dan menyebabkan efek jangka panjang. Karena itu, penggunaan tabir surya menjadi langkah pertama dan paling penting dalam rutinitas perawatan kulit, bahkan sejak kecil.
Namun, banyak anak dan remaja kini tertarik menggunakan berbagai produk perawatan kulit. Hal ini membuat penting bagi orang tua untuk memahami kandungan yang aman bagi kulit muda yang masih sensitif. Produk dengan bahan aktif terlalu kuat bisa menyebabkan iritasi atau merusak lapisan pelindung kulit.
Awal yang Tepat Memulai Perawatan Kulit
Menurut American Academy of Dermatology, usia 20-an adalah waktu yang ideal untuk mulai menjalankan rutinitas perawatan kulit yang lebih teratur. Sementara beberapa situs kecantikan menyarankan dimulai sejak usia 12 tahun, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung hal tersebut.
Bagi anak-anak yang lebih besar dan remaja, rutinitas sederhana sudah cukup. Gunakan pembersih wajah ringan, pelembap, dan tabir surya. Sinar UV menjadi musuh utama kesehatan kulit, sehingga melindungi diri dari paparan sinar matahari adalah langkah yang tak boleh diabaikan. Untuk bayi di bawah enam bulan, perlindungan terbaik bukan dengan tabir surya, melainkan dengan berada di tempat teduh karena kulit mereka masih sangat sensitif terhadap bahan kimia.
Produk dengan bahan aktif kuat seperti retinol atau asam tertentu sebaiknya dihindari pada kulit muda. Kandungan ini bisa menyebabkan dermatitis kontak dan mengganggu fungsi pelindung alami kulit.
Perawatan Kulit di Usia Dewasa
Memasuki usia 20-an, seseorang bisa mulai menyesuaikan rutinitas perawatan kulit sesuai kebutuhan. Gunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit. Misalnya, bagi yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat, pilih pembersih yang mampu mengontrol minyak tanpa membuat kulit kering.
Setelah itu, tambahkan produk yang mengatasi masalah kulit tertentu. Serum vitamin C bisa membantu mencerahkan kulit dan mengurangi noda hitam, sementara retinoid cocok untuk mengatasi jerawat dan garis halus. Langkah terakhir adalah menggunakan pelembap, dan di pagi hari selalu akhiri dengan tabir surya.
Pada usia lanjut, kulit menjadi lebih tipis dan cenderung kering. Karena itu, penggunaan krim pelembap yang lebih kaya akan kandungan emolien menjadi penting. Rutinitas dasar seperti membersihkan wajah, melembapkan, dan melindungi kulit dari sinar matahari tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan kulit di usia berapa pun.
Tren Anak dan Remaja dalam Penggunaan Kosmetik
Beberapa tahun terakhir, banyak anak muda bahkan anak-anak yang tertarik menggunakan kosmetik. Penelitian tahun 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar anak di bawah usia 12 tahun menggunakan produk kosmetik bukan untuk mempercantik diri, melainkan sebagai bagian dari permainan. Meski demikian, penelitian ini belum mewakili populasi secara luas sehingga masih perlu kajian lebih lanjut.
Namun, ada kekhawatiran terkait keamanan produk kosmetik anak-anak. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dinilai masih memiliki regulasi yang kurang ketat dalam mengawasi keamanan bahan kosmetik anak. Beberapa produk dengan label "anti-aging" sering kali dikategorikan sebagai kosmetik, padahal kandungannya seharusnya termasuk dalam kategori obat karena efek biologisnya yang kuat.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
