
Ilustrasi mengalami overthinking (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa lelah meski tidur cukup dan tidak melakukan aktivitas fisik berat? Kondisi ini bisa jadi akibat kebiasaan overthinking, yaitu kecenderungan berpikir berlebihan hingga memengaruhi kondisi tubuh.
Menurut Healthline, overthinking dan kecemasan kronis memicu tubuh bekerja dalam mode “fight or flight” secara terus-menerus. Akibatnya, hormon stres seperti kortisol meningkat, energi terkuras, dan tubuh menjadi cepat lelah. “Kecemasan yang terus-menerus bisa membuat seseorang merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik berat,” tulis Healthline dalam artikelnya.
Apa itu overthinking dan bagaimana dampaknya?
Talkspace menjelaskan bahwa overthinking sering menimbulkan anxiety fatigue, yaitu rasa lelah yang muncul karena pikiran tidak pernah berhenti bekerja. Kondisi ini sering disertai kesulitan tidur, gangguan konsentrasi, dan penurunan motivasi.
Banner Health menambahkan, berpikir terlalu lama tentang keputusan atau kemungkinan negatif dapat memicu decision fatigue. Akibatnya, energi mental habis, tubuh terasa lemah, dan kemampuan mengatur emosi menurun. Medical News Today menekankan bahwa gejala overthinking mencakup mudah lelah, sulit fokus, perubahan nafsu makan, dan sakit kepala ringan hingga sedang.
Selain itu, Johns Hopkins Medicine menyebutkan bahwa kondisi medis tertentu, seperti POTS (Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome), dapat memperparah kelelahan, terutama pada orang yang sering mengalami kecemasan kronis. Hal ini menunjukkan bahwa overthinking tidak hanya memengaruhi mental, tapi juga berdampak pada kondisi fisik.
Mengapa overthinking membuat tubuh cepat lelah?
Secara psikologis, pikiran yang terus-menerus bekerja meningkatkan aktivitas otak dan sistem saraf, memicu hormon stres, serta mengganggu tidur. Fisiknya, tubuh tetap berada dalam kondisi “siaga”, menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, otot tegang, dan energi terkuras.
Menurut Healthline dan Talkspace, overthinking juga dapat memicu pola tidur yang buruk. Saat kualitas tidur menurun, tubuh kesulitan memulihkan energi, sehingga rasa lelah bertambah parah dan sirkulasi darah serta metabolisme ikut terdampak.
Dampak jangka panjang overthinking
Jika dibiarkan terus-menerus, overthinking dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang. Kortisol yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, masalah pencernaan, dan gangguan imun. Selain itu, stres mental kronis berpotensi menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk hubungan sosial dan performa kerja. Orang yang sering overthinking juga lebih rentan mengalami burnout, kehilangan motivasi, dan kesulitan mengambil keputusan penting karena decision fatigue.
Bagaimana cara mengatasinya?
Banner Health dan Talkspace menyarankan strategi berikut:
Batasi waktu berpikir: Tentukan waktu tertentu untuk memikirkan masalah, lalu alihkan fokus ke aktivitas lain.
Olahraga ringan: Jalan kaki atau yoga membantu menurunkan hormon stres dan memulihkan energi.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
