Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 06.49 WIB

Waspada! Stres Kronis Diam-Diam Merusak Sistem Imun dan Bikin Tubuh Rentan Penyakit Serius

Ilustrasi seseorang yang mengalami stres kronis.

JawaPos.com – Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Namun, ketika stres berlangsung dalam jangka panjang tanpa kendali, dampaknya tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kesehatan fisik. Salah satu dampak paling serius adalah melemahnya sistem imun tubuh.

Menurut American Psychological Association (APA), stres kronis membuat tubuh melepaskan hormon kortisol secara berlebihan.

Normalnya, kortisol berfungsi mengendalikan peradangan dan menjaga keseimbangan tubuh. Tetapi, jika diproduksi terlalu lama, hormon ini justru menekan fungsi sel-sel imun, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Mengapa Stres Kronis Melemahkan Sistem Imun?

Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Neuroendocrinology dan PMC (2023) menjelaskan bahwa stres kronis memengaruhi interaksi antara otak, sistem saraf, dan sistem imun. Aktivitas berlebihan pada sumbu HPA (hipotalamus–pituitari–adrenal) meningkatkan kadar kortisol secara terus-menerus. Akibatnya, produksi sel T dan sel pembunuh alami (natural killer cells) berkurang. Padahal, kedua jenis sel tersebut berperan penting dalam melawan virus maupun sel kanker.

Sebuah studi dari Journal of Stress Health (Poltekkes Denpasar) juga menegaskan bahwa mahasiswa dengan tingkat stres tinggi lebih mudah terserang flu, batuk, hingga gangguan pencernaan. Ini membuktikan bahwa stres berkepanjangan benar-benar menurunkan respons imun tubuh.

Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan

Selain meningkatkan risiko penyakit fisik, stres kronis juga kerap menimbulkan gejala yang tidak langsung terlihat. Misalnya, gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) yang sering dialami orang dengan tingkat stres tinggi. Menurut American Psychological Association, kondisi ini muncul karena hormon stres berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf enterik yang mengatur saluran pencernaan.

Penelitian lain dalam ScienceDirect (2021) menunjukkan bahwa stres kronis dapat menurunkan efektivitas vaksin. Sistem imun yang lemah akibat paparan stres jangka panjang membuat tubuh tidak merespons optimal terhadap vaksinasi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa orang yang mengalami stres berat lebih rentan terinfeksi meski sudah mendapatkan vaksin.

Lebih jauh, stres kronis juga berhubungan erat dengan penurunan kualitas hidup. Studi dalam Journal of Indonesian Community Health menyoroti bagaimana pekerja dengan stres tinggi mengalami produktivitas yang menurun, sering izin sakit, dan mengalami kesulitan menjaga konsistensi kerja. Hal ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada lingkungan sosial maupun profesional di sekitarnya.

Stres kronis bahkan dapat mempercepat proses penuaan sel. Beberapa penelitian biomedis menemukan bahwa paparan stres jangka panjang memperpendek telomer, yaitu struktur pelindung DNA. Kondisi ini membuat sel lebih cepat rusak dan memengaruhi regenerasi tubuh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore