Ilustrasi seseorang yang mengalami stres kronis.
JawaPos.com – Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Namun, ketika stres berlangsung dalam jangka panjang tanpa kendali, dampaknya tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kesehatan fisik. Salah satu dampak paling serius adalah melemahnya sistem imun tubuh.
Menurut American Psychological Association (APA), stres kronis membuat tubuh melepaskan hormon kortisol secara berlebihan.
Normalnya, kortisol berfungsi mengendalikan peradangan dan menjaga keseimbangan tubuh. Tetapi, jika diproduksi terlalu lama, hormon ini justru menekan fungsi sel-sel imun, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Mengapa Stres Kronis Melemahkan Sistem Imun?
Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Neuroendocrinology dan PMC (2023) menjelaskan bahwa stres kronis memengaruhi interaksi antara otak, sistem saraf, dan sistem imun. Aktivitas berlebihan pada sumbu HPA (hipotalamus–pituitari–
Sebuah studi dari Journal of Stress Health (Poltekkes Denpasar) juga menegaskan bahwa mahasiswa dengan tingkat stres tinggi lebih mudah terserang flu, batuk, hingga gangguan pencernaan. Ini membuktikan bahwa stres berkepanjangan benar-benar menurunkan respons imun tubuh.
Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan
Selain meningkatkan risiko penyakit fisik, stres kronis juga kerap menimbulkan gejala yang tidak langsung terlihat. Misalnya, gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) yang sering dialami orang dengan tingkat stres tinggi. Menurut American Psychological Association, kondisi ini muncul karena hormon stres berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf enterik yang mengatur saluran pencernaan.
Penelitian lain dalam ScienceDirect (2021) menunjukkan bahwa stres kronis dapat menurunkan efektivitas vaksin. Sistem imun yang lemah akibat paparan stres jangka panjang membuat tubuh tidak merespons optimal terhadap vaksinasi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa orang yang mengalami stres berat lebih rentan terinfeksi meski sudah mendapatkan vaksin.
Lebih jauh, stres kronis juga berhubungan erat dengan penurunan kualitas hidup. Studi dalam Journal of Indonesian Community Health menyoroti bagaimana pekerja dengan stres tinggi mengalami produktivitas yang menurun, sering izin sakit, dan mengalami kesulitan menjaga konsistensi kerja. Hal ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada lingkungan sosial maupun profesional di sekitarnya.
Stres kronis bahkan dapat mempercepat proses penuaan sel. Beberapa penelitian biomedis menemukan bahwa paparan stres jangka panjang memperpendek telomer, yaitu struktur pelindung DNA. Kondisi ini membuat sel lebih cepat rusak dan memengaruhi regenerasi tubuh.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
