Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 15.05 WIB

Meningkatnya Blog Video: Strategi Lengkap Menyelaraskan Konten Tertulis dengan Video agar Blog Tetap Relevan di Era Digital 2025

Blog video semakin mendominasi YouTube, TikTok, hingga Instagram. Apakah blog tertulis masih relevan?  (Freepik) - Image

Blog video semakin mendominasi YouTube, TikTok, hingga Instagram. Apakah blog tertulis masih relevan? (Freepik)

JawaPos.com - Sepuluh tahun lalu, jika Anda ingin belajar sesuatu, kemungkinan besar Anda akan mengetikkan pertanyaan ke Google dan membaca artikel blog panjang dengan poin-poin detail. Blog adalah raja, sedangkan video sering dianggap sekadar pelengkap.

Hari ini, situasinya terbalik. Menurut berbagai laporan industri konten digital 2024–2025, lebih dari 80% konsumsi konten online berbasis video. 

Baik itu TikTok berdurasi 15 detik, YouTube Shorts 1 menit, hingga penjelasan 15 menit di YouTube, video telah menjadi cara utama audiens mencari jawaban, hiburan, maupun inspirasi.

Namun, ini tidak berarti blog tertulis mati. Justru sebaliknya—blog tetap memiliki peran penting, hanya saja fungsi dan formatnya berubah. 

Blog kini bukan satu-satunya ujung tombak strategi, melainkan pondasi yang menopang ekosistem konten lintas format, termasuk video.

Dilansir dari laman Blog Herald, audiens modern menginginkan informasi yang cepat, mudah dicerna, dan menarik. Video menawarkan keunggulan besar dibanding teks:

  • Visual dan audio bekerja bersama-sama.

  • Penonton dapat memahami dalam hitungan detik tanpa membaca panjang.

  • Nada suara dan ekspresi wajah menambah kepercayaan.

  • YouTube, TikTok, dan Instagram Reels dirancang untuk mendistribusikan video lebih luas dibanding blog teks di mesin pencari. 

    Algoritma mereka mendorong video baru kepada audiens yang sesuai, bahkan jika pembuatnya belum punya banyak pengikut. Hal ini membuat potensi jangkauan organik video lebih tinggi dibanding artikel blog baru.

    Orang tidak hanya ingin tahu "apa" yang Anda bagikan, tetapi juga "siapa" Anda. Video menghadirkan keaslian: cara bicara, gaya, bahkan kepribadian. Hal ini sulit ditiru oleh blog teks semata.

    Contoh: Marie Forleo, Ali Abdaal, atau bahkan kreator lokal seperti Raditya Dika. Mereka semua memanfaatkan video untuk membangun ikatan emosional, sementara tulisan tetap digunakan sebagai pendukung SEO dan dokumentasi pengetahuan.

    Pertanyaannya: Apakah blog masih penting di era video?

    Jawabannya: Ya, sangat penting.

    Blog tetap menjadi fondasi yang kokoh untuk:

    • SEO jangka panjang. Artikel tertulis masih lebih mudah diindeks Google dibanding video pendek.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore