Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 01.41 WIB

Kenali 8 Penyebab Panic Attack pada Remaja yang Sering Tak Disadari dan Ketahui Cara Ampuh Mengatasinya

Ilustrasi panic attack pada remaja. - Image

Ilustrasi panic attack pada remaja.

JawaPos.com - Serangan panik atau panic attack merupakan salah satu bentuk gangguan kecemasan yang cukup sering dialami berbagai kalangan. Berdasarkan informasi dari laman GoodHealthPsych, serangan panik terjadi sebagai lonjakan rasa takut atau kecemasan yang muncul secara tiba-tiba dan intens. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, termasuk remaja yang sedang berada dalam masa transisi emosional dan fisik.

Durasi serangan panik dapat berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam, tergantung pada tingkat keparahan dan respons individu terhadap situasi yang memicunya. Mengacu pada informasi dari AACAP.org, saat mengalami serangan panik, seseorang cenderung merasakan kombinasi gejala fisik dan psikologis yang cukup mengganggu. Gejala tersebut antara lain detak jantung yang meningkat secara drastis, napas yang terasa sesak, hingga perasaan kehilangan kendali atas diri sendiri.

Kondisi ini seringkali muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan, sehingga menimbulkan rasa tidak siap dan ketakutan yang mendalam bagi penderitanya. Di sisi lain, dalam situasi tertentu, serangan panik juga bisa dipicu oleh peristiwa atau kondisi emosional tertentu, seperti tekanan akademik, konflik sosial, atau pengalaman traumatis di masa lalu.

Walaupun panic attack tidak bersifat membahayakan jiwa, bukan berarti kondisi ini dapat diabaikan. Ketika tidak ditangani dengan tepat, serangan panik berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, terutama pada remaja yang masih berada dalam tahap pencarian jati diri.

Pemahaman yang baik mengenai kondisi ini merupakan langkah awal yang penting. Dengan dukungan dari orang tua, teman sebaya, dan lingkungan yang peduli, serta didampingi oleh tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, remaja yang mengalami serangan panik tetap memiliki kesempatan besar untuk pulih dan menjalani kehidupan yang sehat secara mental dan emosional.

Untuk membantu remaja menghadapi panic attack, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebabnya serta cara yang bisa digunakan untuk mengatasinya.

Penyebab Panic Attack
1. Faktor Genetik
Adanya riwayat gangguan kecemasan atau panic attack pada anggota keluarga, khususnya dari jalur saudara kandung, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan genetik turut memengaruhi kerentanan terhadap gangguan ini.

2. Kepekaan Emosional terhadap Stres
Beberapa individu memiliki karakter atau temperamen yang lebih sensitif terhadap tekanan. Mereka cenderung lebih mudah merasa cemas atau panik ketika dihadapkan pada situasi menegangkan, meskipun bagi sebagian orang hal tersebut dianggap hal biasa.

3. Gangguan pada Sistem Saraf Pusat
Ketidakseimbangan biokimia dalam otak serta hiperaktivitas pada sistem saraf otonom dapat memicu reaksi tubuh yang berlebihan terhadap stres. Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala fisik seperti jantung berdebar, napas pendek, hingga rasa takut ekstrem yang sulit dikendalikan.

4. Riwayat Gangguan Panik dalam Keluarga
Seseorang yang memiliki anggota keluarga sekandung dengan riwayat serangan panik atau panic attack, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama.

5. Mengalami Peristiwa Traumatis atau Stres Berkepanjangan
Pengalaman yang menimbulkan trauma mendalam, seperti kecelakaan, kehilangan orang tercinta, atau kekerasan emosional, dapat menjadi pemicu utama terjadinya serangan panik di masa mendatang.

6. Perubahan Besar dalam Hidup
Situasi yang mengharuskan adaptasi drastis seperti perceraian, kelahiran anak, pindah tempat tinggal, atau perubahan pekerjaan, seringkali memunculkan ketidakpastian dan tekanan emosional yang tinggi, yang dapat memicu gejala kepanikan.

7. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Kafein Berlebihan
Zat stimulan seperti nikotin dan kafein dapat mempercepat detak jantung dan memicu gejala cemas berlebih. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kedua zat ini dapat memicu atau memperparah panic attack.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore