Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 15.57 WIB

7 Kebiasaan yang Muncul setelah Kehilangan Orang Tua Menurut Psikologi: Mulai dari Kemandirian hingga Resiliensi!

Ilustrasi seseorang termenung yang sedang mengenang orang tuanya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang termenung yang sedang mengenang orang tuanya. (Freepik)

JawaPos.com - Kehilangan orang tua adalah pengalaman traumatis yang mengubah hidup seseorang secara mendalam. Pengalaman ini membentuk kebiasaan tertentu pada individu yang merasakannya.

Dikutip dari geediting.com pada Selasa (11/3), berikut adalah 7 kebiasaan unik yang umum dimiliki oleh mereka yang kehilangan orang tua menurut psikologi:

1. Mengizinkan Diri untuk Mengenang

Satu di antara kebiasaan tersebut adalah mengizinkan diri untuk mengenang orang tua. Mereka yang berduka sering meluangkan waktu untuk mengingat momen indah bersama orang tua. Kenangan bisa muncul kapan saja, bahkan di tengah kesibukan. Mereka tidak menolak kesedihan, tetapi menerimanya sebagai bagian dari proses berduka.

2. Membangun Ikatan dengan "Keluarga Pilihan"

Kebiasaan selanjutnya adalah membangun ikatan dengan "keluarga pilihan". Orang yang kehilangan orang tua sering mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Mereka membentuk jaringan sosial yang kuat dengan teman dan sahabat. Ikatan ini memberikan rasa aman dan pengganti dukungan keluarga inti.

3. Mengembangkan Kemandirian

Kehilangan orang tua sejak dini memaksa mereka untuk lebih mandiri dalam hidup. Mereka belajar mengatasi masalah dan mengambil keputusan sendiri. Kemandirian ini menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.

4. Memiliki Empati yang Lebih Besar

Pengalaman kehilangan membuat mereka lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Mereka lebih mudah memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Empati ini menjadikan mereka teman dan pendengar yang baik.

5. Lebih Menghargai Waktu

Kehilangan orang tua membuat mereka cenderung lebih menghargai waktu. Mereka sadar betul betapa berharganya waktu yang dihabiskan bersama orang tersayang. Hal ini membuat mereka lebih fokus pada kualitas hubungan daripada kuantitas.

6. Mempraktikkan Self-Care Secara Proaktif

Mereka belajar untuk memprioritaskan kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Self-care menjadi cara untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah kesedihan. Mereka melakukan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore