
Ilustrasi orang yang kurang empati. (Freepik)
JawaPos.com–Semakin bertambahnya usia, kita mungkin menjadi lebih baik, bijaksana, dan mudah diajak bergaul. Namun, sebagian orang tidak seperti demikian, mereka tampak lebih sulit dihadapi seiring bertambah tua.
Entah mereka mungkin menjadi keras kepala, lebih negatif, atau sulit untuk dihadapi. Sebenarnya, perilaku tertentu dapat membuat seseorang menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki empati seiring bertambahnya usia.
Dilansir dari Blog Herald, ini sering terjadi tanpa mereka sadari melakukan perilaku tertentu yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Berikut tujuh perilaku yang dapat mengubah orang menjadi sangat kurang empati terhadap orang lain.
Beberapa orang yang menjadi lebih pemarah seiring bertambahnya usia, dan berada di dekat mereka mulai terasa seperti percakapan yang penuh dengan keluhan. Entah mengeluh tentang cuaca, layanan di restoran, cara orang berkendara, mereka selalu melihat kesalahan.
Hal yang menjadi masalah adalah sikap negatif itu menguras tenaga. Kita mungkin enggan berada di dekat seseorang yang terus-menerus berfokus pada apa yang salah tanpa pernah menghargai apa yang benar.
Tentu kita juga perlu mengingat bahwa setiap orang terkadang mengeluh. Namun, jika hal itu terus-menerus dilakukan secara konsisten dapat menjadi kepribadian daripada sekadar rasa frustasi.
Kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang tidak pernah mengakui kesalahannya. Bahkan ketika faktanya sudah ada di hadapannya, dia akan terus membantah, mengalihkan topik pembicaraan, atau sekadar menertawakannya seolah-olah itu tidak penting.
Awalnya, kita mungkin pikir itu hanya sikap keras kepala. Namun seiring waktu, itu menjadi melelahkan. Obrolan berubah menjadi perdebatan, dan setiap perselisihan terasa seperti pertempuran yang mereka menangkan.
Kemampuan mengakui kesalahan dan belajar darinya adalah hal yang membuat hubungan tetap kuat. Namun, jika seseorang menolak mengakui kesalahannya, hal itu akan menciptakan frustasi dan jarak, karena tidak ada orang yang sempurna.
Beberapa orang tidak hanya ingin didengar, tetapi mereka ingin menjadi orang yang mendominasi percakapan. Setiap percakapan entah bagaimana kembali kepada mereka, pengalaman mereka, masalah mereka, dan pendapat mereka.
Penelitian menunjukkan bahwa berbicara tentang diri sendiri secara terus-menerus dapat mengurangi rasa empati. Meskipun hal itu mungkin terasa menyenangkan bagi mereka, tetapi itu membuat orang lain frustasi.
Percakapan yang baik adalah percakapan dua arah. Ketika seseorang terus-menerus mendominasi diskusi dan tidak pernah menunjukkan minat pada orang lain, orang-orang mulai menghindari berbicara dengan orang tersebut sama sekali.
Terdapat perbedaan besar antara memberikan masukan yang membangun dan terus-menerus menunjukkan kritik tajam. Sebagian orang, seiring bertambahnya usia, mengembangkan kebiasaan mengkritik segala hal, entah cara berpakaian, cara berbicara, cara menjalani hidup.
Awalnya, mungkin mereka tampak hanya memberikan pendapat. Namun seiring berjalannya waktu, menjadi tanda bahwa tidak ada yang pernah memenuhi standar mereka. Berada di sekitar orang yang selalu mencari kesalahan bisa melelahkan.
Tidak ada seorangpun yang suka dihakimi sepanjang waktu. Jika setiap interaksi disertai kritikan yang tidak diminta, orang lain pada akhirnya akan berhenti ingin berada di dekat mereka.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
