Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 18.00 WIB

Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berjalan dengan tangan di belakang(Magnific/user10841670) - Image

seseorang yang berjalan dengan tangan di belakang(Magnific/user10841670)

JawaPos.com - Bahasa tubuh sering kali berbicara lebih keras daripada kata-kata. Cara seseorang duduk, menatap, hingga berjalan dapat memberi petunjuk tentang kondisi emosional dan kepribadiannya. Salah satu gestur yang cukup menarik perhatian adalah kebiasaan berjalan dengan kedua tangan berada di belakang punggung.

Gaya berjalan ini sering diasosiasikan dengan tokoh berwibawa, guru, pemimpin militer, atau orang yang tampak sedang berpikir mendalam. Namun dalam psikologi bahasa tubuh, posisi tangan di belakang punggung bukan sekadar kebiasaan acak. Gestur ini dapat mencerminkan keadaan mental tertentu, tingkat kepercayaan diri, bahkan cara seseorang memandang lingkungan di sekitarnya.

Tentu saja, tidak semua orang yang berjalan dengan tangan di belakang punggung memiliki karakter yang sama persis. Bahasa tubuh harus dipahami bersama konteks situasi, budaya, dan kebiasaan individu. Meski begitu, para ahli psikologi dan pengamat perilaku nonverbal menemukan beberapa pola yang cukup konsisten.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang berjalan dengan tangan di belakang punggung menurut perspektif psikologi.

1. Memiliki Rasa Percaya Diri yang Tinggi

Salah satu makna paling umum dari posisi tangan di belakang punggung adalah kepercayaan diri. Saat seseorang memperlihatkan bagian depan tubuhnya tanpa perlindungan tangan, ia cenderung merasa aman dan tidak terancam.

Secara naluriah, manusia biasanya melindungi area dada dan perut ketika merasa cemas atau tidak nyaman. Karena itu, orang yang berjalan santai dengan tangan di belakang punggung sering dianggap memiliki kontrol diri dan keyakinan terhadap situasi di sekitarnya.

Gestur ini juga banyak ditemukan pada figur otoritas seperti kepala sekolah, perwira militer, atau pemimpin organisasi. Mereka tampak tenang karena merasa tidak perlu menunjukkan sikap defensif.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore