Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Februari 2025 | 21.28 WIB

Anak yang Selalu Dipaksa Sempurna, Akan Mengalami 8 Dampak Perilaku Ini Saat Mereka Mulai Dewasa

Ilustrasi- Anak yang dipaksa sempurna. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Namun, tanpa disadari, dorongan untuk selalu menjadi yang terbaik bisa berubah menjadi tekanan yang membuat anak merasa harus sempurna dalam segala hal.

Anak yang terus-menerus dituntut mencapai standar tinggi sering kali tumbuh dengan perasaan cemas, takut gagal, dan sulit menerima kekurangan diri. Tekanan ini tidak hanya berdampak pada masa kecil mereka, tetapi juga membentuk pola pikir yang terbawa hingga dewasa.

Melansir News Report, berikut adalah delapan perilaku yang sering muncul pada anak yang sejak kecil dipaksa untuk selalu sempurna.

1) Sulit Merasa Puas dengan Pencapaian Sendiri

Anak yang dibesarkan dengan tuntutan tinggi sering merasa pencapaian mereka tidak pernah cukup. Sejak kecil, anak terbiasa mendapatkan pujian hanya jika memenuhi standar tertentu.

Hal ini membuat anak sulit merasa bangga atas usaha sendiri dan selalu merasa harus mencapai lebih banyak untuk mendapatkan pengakuan.

2) Merasa Tertekan untuk Tidak Membuat Kesalahan

Sejak kecil, anak yang selalu dituntut sempurna takut melakukan kesalahan. Kesalahan kecil sering dianggap sebagai kegagalan besar, sehingga anak tumbuh dengan kecemasan tinggi.

Akibatnya, saat dewasa, anak menjadi sangat berhati-hati dan sering merasa cemas dalam mengambil keputusan.

3) Menghubungkan Harga Diri dengan Produktivitas

Banyak anak yang diajarkan bahwa nilai diri mereka bergantung pada seberapa banyak yang mereka capai.

Saat dewasa, anak yang tumbuh dengan pola pikir ini akan merasa bersalah jika tidak produktif. Mereka menganggap diri mereka berharga hanya jika terus bekerja atau menghasilkan sesuatu yang dianggap bernilai.

4) Sulit Menerima Kritik

Karena selalu dituntut untuk sempurna, anak sering merasa bahwa kritik adalah tanda kegagalan. Ketika mendapat masukan atau koreksi, mereka cenderung merasa diserang dan sulit menerima kritik sebagai sesuatu yang membangun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore