
Ilustrasi Kebiasaan Digital yang Dapat Merusak Kesehatan Mental
JawaPos.com - Di dunia modern seperti sekarang ini, hampir mustahil untuk lepas dari tarikan perangkat digital. Kamu tahu, layar-layar kecil yang membuat kita tetap terhubung, terinformasi, dan, jujur saja, lebih sering teralihkan perhatiannya.
Sekilas, kebiasaan digital ini mungkin terlihat tidak berbahaya. Tapi kalau dibiarkan tanpa kontrol, beberapa di antaranya bisa merusak kesehatan mental secara diam-diam.
Psikologi modern telah menemukan banyak cara bagaimana gadget mempengaruhi otak kita, dan sayangnya, tidak semuanya berdampak baik. Jadi, kebiasaan digital apa saja yang diam-diam menggerogoti kesejahteraan mentalmu?
Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (2/2) berikut adalah tujuh di antaranya.
1. Terus-menerus Memeriksa Ponsel
Apakah kamu pernah secara refleks mengeluarkan ponsel dari saku tanpa alasan yang jelas? Kamu tidak sendiri. Kebiasaan ini adalah bentuk kecanduan yang lebih umum daripada yang kita sadari.
Masalahnya, kebutuhan terus-menerus untuk "terhubung" justru bisa membuatmu merasa lebih terputus, kesepian, dan cemas. Setiap kali kamu mengecek ponsel, tanpa sadar kamu mengirim sinyal ke otak bahwa momen saat ini tidak cukup memuaskan.
Seakan-akan kamu membutuhkan sesuatu yang lebih, sesuatu yang berbeda. Lama-kelamaan, ini bisa mengikis kemampuanmu untuk menikmati momen nyata dalam hidup.
2. Memeriksa Ponsel di Pagi Hari dan Sebelum Tidur
Bangun tidur, langsung cek ponsel. Sebelum tidur, scrolling sampai ketiduran. Ini kebiasaan digital yang lebih berbahaya dari yang kamu kira. Menggulir di pagi hari bisa membuat harimu dimulai dengan pola pikir reaktif. Sebelum otakmu sepenuhnya bangun, kamu sudah diserbu berita, notifikasi, dan konten media sosial yang mungkin memicu stres.
Sebaliknya, mengecek ponsel sebelum tidur bisa merusak kualitas tidurmu. Cahaya biru dari layar gadget bisa menipu otak agar tetap terjaga, sehingga tidur jadi tidak nyenyak. Hasilnya? Kamu bangun dengan perasaan lelah dan kurang segar.
3. Menggulir Situs Web Tanpa Henti (Doomscrolling)
Pernah tidak, kamu berniat membaca berita sebentar, tapi akhirnya malah terjebak dalam lautan konten negatif selama berjam-jam? Selamat datang di dunia doomscrolling!
Doomscrolling adalah kebiasaan menelusuri berita buruk atau konten menyedihkan tanpa sadar. Semakin banyak kamu menggulir, semakin besar rasa cemas dan kewalahan yang muncul.
Menurut psikologi, otak manusia lebih cenderung memperhatikan informasi negatif. Itulah sebabnya doomscrolling sangat adiktif. Media sosial dan aplikasi berita juga tahu hal ini, sehingga mereka terus menyajikan konten yang memancing emosi. Sebelum kamu menyadarinya, kamu sudah terjebak dalam skenario terburuk dan merasa lebih buruk dari sebelumnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
