
Ilustrasi seseorang yang berjuang akan harga diri dalam suatu hubungan. (Freepik)
JawaPos.com – Harga diri adalah salah satu hal yang sering diabaikan, tetapi hal ini merupakan pengubah permainan dalam hal hubungan. Tanpa itu, segalanya bisa hancur berantakan, terutama dalam hal bagaimana kita menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang kita sayangi.
Ketika kita berjuang dengan harga diri, hal itu tidak selalu terlihat oleh orang lain, tetapi tindakan kita sering kali mengungkapnya. Hal-hal kecil yang kita lakukan, atau tidak lakukan, dapat mengungkapkan lebih banyak hal tentang pertempuran batin kita daripada yang kita sadari.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog, berikut 5 tanda-tanda seseorang yang berjuang akan harga diri dalam suatu hubungan.
1. Mencari validasi
Ketika seseorang merasakan harga diri rendah kebutuhan akan mencari validasi eksternal sering kali meningkat tajam. Mereka yang berjuang dengan harga diri sering kali mendapati diri mereka terus-menerus mencari persetujuan, terutama dalam hubungan mereka.
Mereka mungkin merasa perlu menerima kepastian terus-menerus tentang nilai, tindakan, atau keputusan mereka. Dalam suatu hubungan, hal ini dapat terwujud sebagai pencarian tanpa henti akan pujian atau keinginan yang tak terpuaskan akan penegasan dari pasangannya.
Pola ini bukan tentang komunikasi atau umpan balik yang sehat, tetapi ketidakamanan yang lebih mendalam yang berasal dari kurangnya harga diri. Wajar saja bila kita menginginkan validasi dan umpan balik positif dari pasangan.
2. Takut konfrontasi
Orang yang berjuang dengan harga diri sering kali berusaha keras untuk menghindari konfrontasi dalam hubungan mereka. Mereka mungkin menekan perasaan, kebutuhan, atau kekhawatiran, semua itu dilakukan demi menjaga keharmonisan.
Perilaku ini berasal dari rasa takut terhadap penolakan atau konflik. Mereka khawatir pasangannya akan meninggalkan mereka jika mereka mengungkapkan ketidakpuasan atau ketidaksetujuan, yang menunjukkan kurangnya keyakinan pada harga diri mereka sendiri.
Sayangnya, ketakutan ini dapat menyebabkan menumpuknya kebencian dan frustrasi, yang pada akhirnya menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat. Komunikasi yang asertif, meskipun menantang, sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat dan penuh hormat.
3. Terlalu sering untuk meminta maaf
Orang-orang yang bergulat dengan harga diri sering kali mendapati diri mereka meminta maaf secara berlebihan. Ini bukan tentang penyesalan yang sungguh-sungguh atas kesalahan yang dibuat tetapi respon otomatis yang muncul dari rasa tidak berharga.
Dalam hubungan, individu-individu ini mungkin meminta maaf untuk hal-hal yang berada di luar kendali mereka atau bahkan karena mengungkapkan perasaan mereka. Keinginan terus-menerus untuk menenangkan orang lain sering kali berasal dari rasa takut ditolak atau konflik.
Meskipun sangat penting untuk meminta maaf saat kita bersalah, meminta maaf secara berlebihan dapat semakin menurunkan harga diri seseorang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
