
Ilustrasi pasangan dalam hubungan percintaan. (Pexels)
JawaPos.com - Manipulasi dalam hubungan adalah penggunaan distorsi mental dan eksploitasi emosional guna mengendalikan orang lain demi memperoleh kekuasaan.
Pelaku manipulasi akan memanfaatkan kelemahanmu ketika mencapai tujuan mereka. Jika berhasil, mereka akan terus melakukannya hingga kamu mengambil langkah untuk menghentikannya.
Menghentikan manipulasi bisa sangat sulit, jadi disarankan agar mencari dukungan, terutama apabila berurusan dengan orang yang manipulatif secara terus-menerus.
Dirangkum dari verywellmind.com, berikut beberapa tanda kamu sedang dimanipulasi secara emosional dalam hubungan percintaan.
Orang yang melakukan gaslighting umumnya sering berbohong, menyalahkanmu, dan meremehkan perasaan yang sedang dirasakan. Contoh gaslighting bisa berupa ungkapan seperti, "Kamu gila," atau "Kamu terlalu sensitif.”
Tujuan mereka adalah membuatmu merasa bahwa perasaanmu tidak valid dan tidak pantas untuk diekspresikan. Gaslighting dilakukan guna menghindari tanggung jawab atas kesalahan mereka dan mengendalikan apa yang kamu pikirkan dan lakukan.
Berbeda dengan komunikasi yang terbuka, orang dengan perilaku pasif agresif tidak menyampaikan perasaan mereka secara langsung.
Pasanganmu mungkin mengelak dengan cara menghindari kontak atau tidak mau membicarakan topik tertentu. Sarkasme juga sering muncul sebagai bentuk komunikasi pasif agresif.
Contohnya, seseorang dengan perilaku pasif agresif bisa mencoba menarik perhatian dengan gerakan dramatis seperti mendesah atau cemberut, memakai reaksi emosional yang kekanak-kanakan untuk memancingmu bertanya apa yang salah tanpa memberi penjelasan langsung.
Orang yang memanipulasi emosi cenderung menghindari tanggung jawab atas perbuatannya. Mereka bisa saja berbohong dengan terang-terangan atau melebih-lebihkan sesuatu guna menunjukkan bahwa diri mereka berada dalam cahaya yang lebih baik.
Mereka juga mungkin menyalahkanmu, membuatmu meragukan diri sendiri dan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Meskipun banyak orang menganggap kebohongan ini tidak berbahaya, tetapi seseorang yang memanipulasi emosi kemungkinan akan berbohong untuk menipumu.
Love bombing menjadi tanda jelas bahwa kamu sedang dimanipulasi. Ini terjadi ketika seseorang memberikan kasih sayang berlebihan di awal hubungan, seperti mengucapkan "Aku mencintaimu" hanya beberapa minggu setelah berpacaran atau meminta komitmen terlalu cepat.
Pelaku love bombing akan memujimu secara berlebihan, lalu mengabaikan atau merendahkanmu setelahnya.
Tujuan utama pelaku love bombing adalah kontrol guna menjebakmu dalam siklus kekerasan dan ketergantungan.
Ini sering terjadi pada hubungan kekerasan, di mana pelaku mengulangi pola kekerasan dan permintaan maaf, seperti hadiah atau tindakan manis, tanpa ada perubahan perilaku yang nyata. Love bombing juga dapat memicu manipulasi lain, seperti gaslighting dan pemaksaan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
