
Ilustrasi makanan diet yang akan tren di tahun 2025. (Pexels)
JawaPos.com – Program diet yang bervariasi mungkin membuat orang bingung bagaimana menetapkan diet yang tepat untuk tujuan kesehatan tubuh mereka.
Namun, di penghujung tahun 2024 ini, prioritas diet mulai berubah ke arah pendekatan yang lebih seimbang dan sadar kesehatan. Ini karena konsumsi makanan cepat saji meningkat secara signifikan, sehingga meningkatkan resiko masalah kesehatan.
Oleh karena itu, di tahun 2025 ini muncul tren diet yang fokus pada pola makan dengan penuh kesadaran. Diet ini meliputi peralihan pola makan berbasis tanaman, penambahan millet ke dalam asupan makanan, dan konsumsi sup dan salad.
Dilansir dari Times of India, tren diet terus berubah dari tahun ke tahun, meskipun konsep dasarnya tetap sama yaitu makan lebih sedikit. Pada tahun 2025 mendatang, tren diet akan lebih fokus pada pengurangan resiko obesitas, diabetes, dan hipertensi.
Inilah enam tren diet yang mungkin akan populer di tahun 2025 mendatang. Diet ini fokus ke inklusi yang lebih sadar akan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
1. Diet yang fokus pada asupan protein
Menurut Dr. Saurabh Pokhariyal, Direktur VitusCare, menjelaskan bahwa diet kaya protein dan kaya serat tetap menjadi hal utama, yang meningkatkan kesehatan usus, fungsi ginjal, dan vitalitas secara keseluruhan.
Protein adalah bahan pembangun massa otot. Protein juga memperkuat otot dan memaksimalkan seluruh fungsi tubuh. Perubahan diet ini mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap gaya hidup yang lebih sehat.
Diet ini memprioritaskan makanan padat nutrisi yang mendukung kekebalan tubuh, pencernaan, dan kesehatan untuk jangka panjang.
2. Diet anti-inflamasi
Makanan anti-inflamasi membantu menekan penurunan kognitif. Ahli gizi dan dokter di India memahami bahwa kondisi kronis dan tingkat keparahan diabetes, sehingga penting untuk merekomendasikan penambahan makanan dengan sifat anti-inflamasi.
Makanan ini bisa berupa kacang-kacangan, buah-buahan, dan makanan yang mengandung omega-3. Diet ini akan banyak dilakukan oleh orang yang sebelumnya sering mengkonsumsi makanan cepat saji, sehingga membantu mereka mengurangi resiko penyakit kronis.
3. Pola makan yang fokus pada kacang-kacangan
Menurut Dr. Mayanka Lodha Seth, kepala Patologi Radcliffe Labs, mengatakan bahwa kebanyakan orang saat ini ketika membeli camilan, mereka lebih memperhatikan kandungan nutrisinya.
Mereka lebih memilih kacang-kacangan daripada camilan yang digoreng, sehingga diet yang mengkonsumsi banyak kacang-kacangan akan populer di tahun 2025. Diet ini dapat menekan resiko kolesterol dan diabetes serta menurunkan resiko penyakit keren makanan kemasan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
