Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Desember 2024 | 03.11 WIB

9 Perilaku yang Ditunjukkan Orang yang Berhenti Kerja secara Diam-diam atau Quiet Quitting

Ilustrasi quiet quitting. (Pexels) - Image

Ilustrasi quiet quitting. (Pexels)

JawaPos.com - Fenomena quiet quitting, atau berhenti kerja secara diam-diam, bukan hanya tentang seseorang yang secara harfiah berhenti dari pekerjaannya.

Lebih sering, ini adalah proses di mana individu perlahan-lahan melepaskan diri dari tanggung jawab, semangat, dan keterlibatan dalam pekerjaan mereka.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (22/12), berikut adalah sembilan perilaku khas yang sering ditampilkan oleh orang-orang yang berada di fase ini.

1. Menghitung Mundur Hingga Akhir Pekan
Orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya sering menjadikan akhir pekan sebagai pelarian.

Kegembiraan mereka terhadap hari Jumat bukan sekadar untuk bersantai, tetapi lebih kepada keinginan untuk melarikan diri dari rutinitas kerja yang dianggap tidak memuaskan.

Anda mungkin mendengar mereka sering berkata, "Duh, kapan Jumat nih?" atau justru mengeluh berat saat Senin datang. Ini adalah tanda halus tetapi kuat dari ketidaksukaan mereka terhadap pekerjaannya.

2. Tidak Bisa Menemukan Hal Positif Tentang Pekerjaannya
Setiap pekerjaan pasti memiliki sisi positif dan negatif. Namun, bagi mereka yang melakukan quiet quitting, menemukan sisi positif rasanya seperti misi mustahil.

Mereka lebih sering membicarakan kekurangan sistem, sulitnya klien, atau rekan kerja yang tidak kooperatif dibandingkan keberhasilan atau kebanggaan mereka terhadap hasil kerja.

3. Selalu Menjadi Orang Pertama yang Keluar dari Kantor
Ketika jam kerja selesai, mereka adalah yang pertama meninggalkan meja. Bahkan, mereka mungkin sudah bersiap-siap jauh sebelum waktu pulang.

Hal ini mencerminkan keengganan mereka untuk menghabiskan waktu lebih lama dari yang diperlukan di tempat kerja. Selain itu, perilaku seperti mengambil istirahat lebih lama atau lebih sering absen dengan alasan sakit juga menjadi ciri khas lainnya.

4. Menghindari Acara Sosial yang Berhubungan dengan Pekerjaan
Acara kantor seperti gathering, minum bersama, atau pesta akhir tahun sering dianggap sebagai momen membangun hubungan dengan rekan kerja.

Namun, bagi orang-orang yang berhenti kerja secara diam-diam, acara seperti ini justru terasa membebani. Mereka lebih memilih untuk menolak undangan tersebut dan menghabiskan waktu sendiri atau bersama keluarga dan teman di luar lingkup kerja.

5. Performa Kerja yang Mulai Menurun
Kinerja mereka biasanya menjadi salah satu tanda paling jelas. Tugas yang sebelumnya bisa diselesaikan dengan cepat kini memakan waktu lebih lama.

Proyek yang dulu dikerjakan dengan antusias sekarang terasa seperti beban. Penurunan performa ini bukan hanya karena kurangnya kemampuan, tetapi lebih kepada hilangnya minat dan motivasi.

6. Berhenti Berinvestasi dalam Hubungan di Tempat Kerja
Hubungan dengan rekan kerja sering kali menjadi salah satu aspek yang membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore