
Ilustrasi quiet quitting. (Pexels)
JawaPos.com - Fenomena quiet quitting, atau berhenti kerja secara diam-diam, bukan hanya tentang seseorang yang secara harfiah berhenti dari pekerjaannya.
Lebih sering, ini adalah proses di mana individu perlahan-lahan melepaskan diri dari tanggung jawab, semangat, dan keterlibatan dalam pekerjaan mereka.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (22/12), berikut adalah sembilan perilaku khas yang sering ditampilkan oleh orang-orang yang berada di fase ini.
1. Menghitung Mundur Hingga Akhir Pekan
Orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya sering menjadikan akhir pekan sebagai pelarian.
Kegembiraan mereka terhadap hari Jumat bukan sekadar untuk bersantai, tetapi lebih kepada keinginan untuk melarikan diri dari rutinitas kerja yang dianggap tidak memuaskan.
Anda mungkin mendengar mereka sering berkata, "Duh, kapan Jumat nih?" atau justru mengeluh berat saat Senin datang. Ini adalah tanda halus tetapi kuat dari ketidaksukaan mereka terhadap pekerjaannya.
2. Tidak Bisa Menemukan Hal Positif Tentang Pekerjaannya
Setiap pekerjaan pasti memiliki sisi positif dan negatif. Namun, bagi mereka yang melakukan quiet quitting, menemukan sisi positif rasanya seperti misi mustahil.
Mereka lebih sering membicarakan kekurangan sistem, sulitnya klien, atau rekan kerja yang tidak kooperatif dibandingkan keberhasilan atau kebanggaan mereka terhadap hasil kerja.
3. Selalu Menjadi Orang Pertama yang Keluar dari Kantor
Ketika jam kerja selesai, mereka adalah yang pertama meninggalkan meja. Bahkan, mereka mungkin sudah bersiap-siap jauh sebelum waktu pulang.
Hal ini mencerminkan keengganan mereka untuk menghabiskan waktu lebih lama dari yang diperlukan di tempat kerja. Selain itu, perilaku seperti mengambil istirahat lebih lama atau lebih sering absen dengan alasan sakit juga menjadi ciri khas lainnya.
4. Menghindari Acara Sosial yang Berhubungan dengan Pekerjaan
Acara kantor seperti gathering, minum bersama, atau pesta akhir tahun sering dianggap sebagai momen membangun hubungan dengan rekan kerja.
Namun, bagi orang-orang yang berhenti kerja secara diam-diam, acara seperti ini justru terasa membebani. Mereka lebih memilih untuk menolak undangan tersebut dan menghabiskan waktu sendiri atau bersama keluarga dan teman di luar lingkup kerja.
5. Performa Kerja yang Mulai Menurun
Kinerja mereka biasanya menjadi salah satu tanda paling jelas. Tugas yang sebelumnya bisa diselesaikan dengan cepat kini memakan waktu lebih lama.
Proyek yang dulu dikerjakan dengan antusias sekarang terasa seperti beban. Penurunan performa ini bukan hanya karena kurangnya kemampuan, tetapi lebih kepada hilangnya minat dan motivasi.
6. Berhenti Berinvestasi dalam Hubungan di Tempat Kerja
Hubungan dengan rekan kerja sering kali menjadi salah satu aspek yang membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
