
ilustrasi orang yang mengalami Quarter Life Crisis. ( Freepik)
JawaPos.com - Quarter life crisis biasanya terjadi pada usia 20-an hingga awal 30-an, ditandai dengan kecemasan dan keraguan tentang arah hidup. Periode ini melibatkan penilaian ulang tujuan pribadi, profesional, dan hubungan. Orang sering merasa tertekan dalam mencapai kesuksesan atau memenuhi harapan sosial yang menimbulkan kebingungan mengenai masa depan mereka.
Quarter life crisis seringkali dipicu oleh perubahan besar dalam hidup, seperti lulus dari perguruan tinggi atau memulai karier baru. Pada fase ini, banyak orang yang merasa terdorong melakukan refleksi mendalam, mempertanyakan nilai-nilai yang mereka yakini serta memikirkan kembali apa yang menjadi prioritas dalam hidup mereka.
Walaupun penuh tantangan, periode ini juga membuka peluang untuk tumbuh dan menemukan jati diri, dengan memahami tujuan hidup dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dikutip dari charliehealth.com, berikut ini beberapa penyebab seseorang mengalami quarter life crisis supaya bisa menghadapinya dengan tenang.
1. Transisi kehidupan
Peristiwa-peristiwa besar dalam hidup, seperti lulus dari perguruan tinggi, memulai karier atau pindah untuk tinggal mandiri, umumnya membawa perasaan ketidakpastian dan stres. Perubahan besar ini tidak hanya menguji kemampuan seseorang beradaptasi, tetapi juga memicu refleksi diri yang mendalam.
Banyak orang mulai mempertanyakan kembali tujuan hidup mereka, memikirkan nilai-nilai yang mereka pegang, dan mengevaluasi arah yang ingin dituju dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka. Transisi ini dapat membuat seseorang merasa kebingungan, tetapi juga menjadi titik awal guna pertumbuhan dan pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri.
2. Tekanan karir
Tekanan membangun karier yang sukses dan mencapai berbagai pencapaian profesional umumnya dapat mengakibatkan kecemasan yang mendalam, terutama saat seseorang merasa bahwa kemajuan yang dicapai terlalu lambat atau ketika harapan yang telah ditetapkan tidak tercapai sesuai dengan waktu yang diinginkan.
Perasaan frustrasi bisa meningkat saat seseorang merasa terhambat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau merasa tidak memenuhi ekspektasi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini dapat menimbulkan keraguan terhadap kemampuan diri dan menyebabkan ketegangan emosional yang berdampak pada kesejahteraan secara keseluruhan.
Baca Juga: Orang yang Beranjak Dewasa Perlu Tahu 5 Cara Mengatasi Quarter Life Crisis dalam Perjalanan Hidupnya
3. Khawatir dengan financial
Mengelola keuangan pribadi, terutama saat harus menangani pinjaman mahasiswa atau berjuang mencapai kemandirian finansial, dapat menjadi sumber stres yang signifikan. Tekanan guna memastikan agar semua tagihan dibayar tepat waktu, serta ketidakpastian mengenai bagaimana mengelola pendapatan dan pengeluaran, adakalanya memicu rasa cemas yang mendalam.
Bagi banyak orang, tantangan ini tidak hanya terkait dengan angka-angka di rekening bank, namun juga dapat menimbulkan perasaan tidak aman tentang masa depan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan finansial atau merencanakan keuangan jangka panjang dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan memberi rasa takut akan ketidakpastian ekonomi yang terus membayangi.
4. Masalah hubungan

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
