Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Desember 2024 | 01.03 WIB

Orang yang Beranjak Dewasa Perlu Tahu 5 Cara Mengatasi Quarter Life Crisis dalam Perjalanan Hidupnya

Ilustrasi orang bisa mengatasi quarter life crisis (Sueda Dilli/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang bisa mengatasi quarter life crisis (Sueda Dilli/pexels.com)

JawaPos.com - Masa transisi menuju dewasa seringkali diwarnai oleh pergolakan batin yang disebut quarter life crisis. Terjadi pada usia 20-an hingga 30-an, periode ini umumnya diisi dengan pertanyaan mengenai identitas, tujuan hidup, dan makna keberadaan.

Quarter life crisis ini berbeda bagi setiap orang, dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, dan faktor psikologis. Tidak ada usia yang pasti untuk mengalaminya. Fleksibilitas dalam menjalani hidup sangat penting sebab setiap orang tumbuh dengan ritmenya sendiri. Apa yang menjadi titik balik di usia 20-an bagi satu orang, bisa terjadi di usia 30-an atau 40-an bagi orang lain.

Peristiwa penting seperti pernikahan, kelahiran anak, perubahan karier, atau kehilangan orang terkasih sering menjadi pemicu guna merenungi kembali arah hidup. Mengutip betterup.com, berikut ini beberala cara mengatasi quarter life crisis dalam perjalanan hidupnya.

1. Refleksi diri

CEO Alexi Robichaux, berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana kelelahan dan kehilangan tujuan di akhir usia dua puluhan mendorongnya untuk membuat perubahan besar. lalu akhirnya membawanya mendirikan BetterUp. Dalam episode Masters of Scale, Alexi menceritakan momen ketika ia memutuskan berhenti sejenak dan merenung.

Ambil waktu untuk refleksi. Ini bisa dilakukan melalui menulis jurnal, meditasi, kesadaran diri, atau bentuk lain dari Pekerjaan Batin. Akan tetapi, hal yang terpenting adalah bersikap terbuka dan jujur pada diri sendiri, walaupun hal ini tidak selalu mudah.

2. Merencanakan kesehatan mental

Kesehatan mental tidak hanya mencakup perawatan kesehatan mental, tetapi juga bagaimana kamu berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi bugar secara mental membuatmu lebih siap menghadapi tantangan hidup. Data kami menunjukkan bahwa 77% anggota yang merasa terjebak mengalami peningkatan kesejahteraan signifikan dalam 3-4 bulan dengan dukungan yang dipersonalisasi.

Kondisi ini bisa mencakup pelatihan virtual satu lawan satu, namun juga termasuk perawatan diri untuk kesehatan mental sehari-hari, membangun hubungan sosial yang kuat, atau menetapkan dan mengejar tujuan dengan jelas. Bersama pelatihmu, kamu bisa merancang rencana kebugaran mental yang disesuaikan dengan kebutuhanmu.

3. Berlatih sabar dan peduli kepada diri sendiri

Sepanjang perjalanan hidup, selalu ada hambatan yang harus dihadapi. Ini merupakan bagian dari pengalaman menjadi manusia. Maka dari itu, sangat penting untuk mengembangkan kesabaran dan belas kasih terhadap diri sendiri.

Kamu adalah orang yang hidup, bernapas, dan terus berkembang. Sebagai manusia, kamu pasti akan membuat kesalahan, terjatuh, dan menghadapi tantangan. Namun, dari setiap kesalahan dan kegagalan, kamu akan menemukan pelajaran yang membantumu memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak dalam hidupmu.

4. Tetapkan arti kesuksesanmu

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore