Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Desember 2024 | 02.07 WIB

Suka Merasa Paling Benar, Berikut 5 Sikap yang Dilakukan oleh Orang Egois Namun Tidak Menyadarinya

Ilustrasi orang yang egois. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang egois. (Freepik)

JawaPos.com – Ada perbedaan besar antara bersikap egois dan sadar diri. Sering kali, orang paling egois di sekitar kita sama sekali tidak menyadari perilaku mereka sendiri.

Mereka tidak bermaksud menyakiti atau bersikap tidak sopan, mereka hanya tidak menyadari dampak tindakan mereka terhadap orang lain. Menjadi egois berarti mengutamakan keperluan dan keinginan sendiri di atas orang lain.

Namun bila Anda tidak menyadari kecenderungan ini, hal itu dapat mengarah pada pola-pola yang merusak dan beracun yang merusak hubungan dan pertumbuhan pribadi Anda.

Berikut 5 sikap yang selalu dilakukan oleh orang yang egois namun kerap kali orang tersebut tidak menyadarinya seperti dilansir dari laman Hack Spirit.

1. Suka menyombongkan diri sendiri

Beberapa orang suka berbicara tentang dirinya sendiri, hingga dalam setiap pembicaraan mereka entah bagaimana berhasil selalu mengarahkan topik pembicaraan ke pengalaman, pencapaian, atau masalah mereka sendiri.

Ini merupakan ciri klasik orang yang egois, mereka akan selalu membicarakannya, meskipun orang tersebut mungkin tidak menyadarinya.

Mereka tidak bermaksud mendominasi pembicaraan mereka hanya benar-benar yakin bahwa cerita merekalah yang paling menarik atau penting. Meskipun wajar untuk berbagi detail pribadi dalam percakapan namun hal itu akan menjadi masalah jika tidak ada keseimbangan.

Jika seseorang terus-menerus berbicara lebih banyak tentang dirinya sendiri daripada mendengarkan orang lain, itu pertanda jelas bahwa ia mengutamakan kebutuhan dan keinginannya sendiri di atas orang lain.

2. Sering menyalahkan orang lain

Otak manusia dirancang untuk melindungi dirinya dari bahaya, termasuk bahaya psikologis.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengeksternalisasikan kesalahan. Saat terjadi kesalahan, lebih mudah menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahan sendiri.

Akan tetapi, individu yang sangat egois sering kali membawa hal ini ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka punya bakat untuk memutarbalikkan situasi sehingga mereka tidak pernah bersalah.

Orang yang egois akan selalu mengatakan bahwa orang lain telah melakukan kesalahan atau telah menyebabkan masalah. Psikologi menyebutnya sebagai ‘defensive attribution' dimana orang cenderung terlalu menekankan peran orang lain dalam hasil negatif sambil meremehkan tanggung jawab mereka sendiri.

Hal ini tidak hanya melindungi mereka dari kesalahan tetapi juga dari ketidaknyamanan dalam introspeksi dan perbaikan diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore