
Ilustrasi oversharing. (pexels.com)
JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Baik itu untuk berkomunikasi, berbagi cerita, hingga menunjukkan sisi terbaik diri kita.
Platform-platform ini memberi kita ruang untuk terhubung dengan orang lain. Namun, ada kalanya penggunaan media sosial menjadi tidak terkendali, terutama ketika kita terlalu banyak berbagi atau oversharing.
Oversharing bisa terlihat sepele, tetapi sebenarnya ada banyak konsekuensi di baliknya.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Minggu (8/12), berikut 9 ciri sifat orang yang terlalu banyak berbagi.
Pernah lihat teman yang terus-menerus mengunggah swafoto atau pembaruan status tentang hal-hal yang sepele? Bisa jadi, ini adalah tanda mereka sedang mencari validasi dari orang lain.
Orang yang haus validasi sering merasa dihargai ketika unggahan mereka mendapat banyak likes, komentar, atau reaksi positif.
Tanpa disadari, perilaku ini membuat media sosial menjadi semacam panggung, di mana setiap postingan adalah upaya untuk mendapat tepuk tangan. Padahal, jika terus-menerus dilakukan, kebiasaan ini bisa melelahkan secara emosional dan malah membuat orang lain merasa jengah.
Baca Juga: Menurut Psikologi: Inilah 9 Kepribadian Orang yang Hobi Foto Selfie dan Dibagikan di Media Sosial
Orang yang oversharing sering kesulitan untuk membedakan apa yang pantas dan tidak pantas dibagikan di media sosial. Mereka tidak ragu untuk mengunggah cerita-cerita pribadi yang seharusnya hanya dibagikan kepada orang terdekat.
Kurangnya batasan ini membuat mereka rentan terhadap penghakiman dari orang lain, atau bahkan membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan informasi tersebut. Misalnya, memposting detail lokasi atau informasi pribadi yang sensitif.
Kalau kamu merasa harus mendokumentasikan setiap momen dalam hidupmu, mulai dari menu sarapan hingga rutinitas malam, itu bisa menjadi tanda sifat orang yang terlalu banyak berbagi.
Menurut studi dari Pew Research Center, 21% orang Amerika melaporkan bahwa mereka online hampir sepanjang waktu. Hubungan yang konstan dengan media sosial ini seringkali mendorong orang untuk terus memposting sesuatu, meskipun itu tidak penting atau relevan bagi pengikut mereka.
Satu lagi ciri yang sering terlihat pada orang yang oversharing adalah kecenderungan mereka untuk menggunakan media sosial sebagai tempat curhat. Misalnya, memposting tentang masalah keluarga, drama pertemanan, atau emosi yang sedang mereka rasakan tanpa memikirkan dampaknya.
Meskipun tidak ada yang salah dengan berbagi perasaan, terlalu sering mengunggah hal-hal emosional dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman. Apalagi jika postingan tersebut menjadi terlalu personal atau menimbulkan drama di dunia maya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
