Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 November 2024 | 01.36 WIB

Tanda Orang Dewasa Masih Membawa Luka Mental Masa Kecil, Ini 9 Kebiasaan yang Sering Muncul

Ilustrasi- Orang dewasa dengan luka mental masa kecil (atlascompany-freepik) - Image

Ilustrasi- Orang dewasa dengan luka mental masa kecil (atlascompany-freepik)

JawaPos.com - Masa kecil adalah periode penting yang membentuk dasar emosional dan psikologis seseorang. Pengalaman baik maupun buruk di masa itu dapat berdampak panjang hingga dewasa.

Bagi mereka yang mengalami luka emosional saat kecil, luka ini seringkali terbawa tanpa disadari, memengaruhi cara mereka berpikir, merasa, dan berhubungan dengan orang lain. Meski tidak selalu terlihat, ada tanda-tanda atau kebiasaan tertentu yang mencerminkan bahwa seseorang masih berjuang dengan luka masa lalu tersebut.

Melansir Blog Heral, artikel ini akan membahas sembilan kebiasaan yang sering muncul sebagai indikasi luka mental masa kecil yang belum terselesaikan.

1) Melebih-lebihkan Reaksi terhadap Kritik

Orang yang membawa luka masa kecil sering merasa sulit menerima kritik, bahkan yang bersifat membangun. Setiap kritik dianggap sebagai serangan terhadap harga diri mereka, sehingga mereka cenderung bereaksi berlebihan atau merasa tersinggung.

Hal ini biasanya terjadi karena di masa kecil, mereka mungkin sering dihukum atau disalahkan berlebihan, yang membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik.

2) Sulit Mempercayai Orang Lain

Kepercayaan adalah hal mendasar dalam hubungan yang sehat, namun bagi orang dengan luka mental masa kecil, memberi kepercayaan bisa menjadi sangat sulit.

Rasa takut akan disakiti atau dikecewakan membuat mereka waspada dan cenderung ragu terhadap niat baik orang lain. Pengalaman masa lalu yang tidak aman sering menjadi akar dari ketidakmampuan ini.

3) Selalu Butuh Validasi dari Orang Lain

Mereka yang membawa luka masa kecil sering kali merasa tidak cukup berharga dan membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa baik tentang diri sendiri.

Rasa tidak aman dari masa kecil yang belum terselesaikan membuat mereka selalu mencari pengakuan dan persetujuan dari orang-orang di sekitar mereka.

4) Menghindari Konflik

Orang dewasa yang pernah menghadapi konflik yang menyakitkan di masa kecil, seperti pertengkaran dalam keluarga, cenderung menghindari konflik dalam kehidupan dewasa.

Mereka merasa cemas dan tidak nyaman saat menghadapi perbedaan pendapat, dan lebih memilih untuk menghindari konfrontasi agar tidak memicu ketidaknyamanan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore