
Ilustrasi- Orang dewasa dengan luka mental masa kecil (atlascompany-freepik)
JawaPos.com - Masa kecil adalah periode penting yang membentuk dasar emosional dan psikologis seseorang. Pengalaman baik maupun buruk di masa itu dapat berdampak panjang hingga dewasa.
Bagi mereka yang mengalami luka emosional saat kecil, luka ini seringkali terbawa tanpa disadari, memengaruhi cara mereka berpikir, merasa, dan berhubungan dengan orang lain. Meski tidak selalu terlihat, ada tanda-tanda atau kebiasaan tertentu yang mencerminkan bahwa seseorang masih berjuang dengan luka masa lalu tersebut.
Melansir Blog Heral, artikel ini akan membahas sembilan kebiasaan yang sering muncul sebagai indikasi luka mental masa kecil yang belum terselesaikan.
1) Melebih-lebihkan Reaksi terhadap Kritik
Orang yang membawa luka masa kecil sering merasa sulit menerima kritik, bahkan yang bersifat membangun. Setiap kritik dianggap sebagai serangan terhadap harga diri mereka, sehingga mereka cenderung bereaksi berlebihan atau merasa tersinggung.
Hal ini biasanya terjadi karena di masa kecil, mereka mungkin sering dihukum atau disalahkan berlebihan, yang membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik.
2) Sulit Mempercayai Orang Lain
Kepercayaan adalah hal mendasar dalam hubungan yang sehat, namun bagi orang dengan luka mental masa kecil, memberi kepercayaan bisa menjadi sangat sulit.
Rasa takut akan disakiti atau dikecewakan membuat mereka waspada dan cenderung ragu terhadap niat baik orang lain. Pengalaman masa lalu yang tidak aman sering menjadi akar dari ketidakmampuan ini.
3) Selalu Butuh Validasi dari Orang Lain
Mereka yang membawa luka masa kecil sering kali merasa tidak cukup berharga dan membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa baik tentang diri sendiri.
Rasa tidak aman dari masa kecil yang belum terselesaikan membuat mereka selalu mencari pengakuan dan persetujuan dari orang-orang di sekitar mereka.
4) Menghindari Konflik
Orang dewasa yang pernah menghadapi konflik yang menyakitkan di masa kecil, seperti pertengkaran dalam keluarga, cenderung menghindari konflik dalam kehidupan dewasa.
Mereka merasa cemas dan tidak nyaman saat menghadapi perbedaan pendapat, dan lebih memilih untuk menghindari konfrontasi agar tidak memicu ketidaknyamanan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
