
Ilustrasi 5 penyakit menular akibat salah mengonsumsi sushi dan makanan Jepang lain.
JawaPos.com - Keracunan makanan akibat sushi dapat disebabkan oleh beberapa parasit seperti anisakiasis, bakteri vibrio, atau listeria. Gejala yang terjadi dapat muncul seger atau paling lambat dalam beberapa hari, tergantung pada penyebab infeksinya.
Satu-satunya cara untuk menghindari keracunan makanan akibat sushi atau makanan Jepang lain yang terbuat dari ikan mentah yaitu menghindari makan berbagai makanan yang dibuat dengan makanan laut mentah atau setengah matang. Terutama yang di makan pada waktu dan tempat yang salah.
Namun, jika tetap memilih untuk mengonsumsi makanan ini, kamu bisa membatasi risiko yang mungkin muncul dengan memiliki restoran sushi yang memiliki reputasi baik dan bertanya tentang praktik penanganan makanan di restoran tersebut.
Hal ini karena ada beberapa jenis penyakit menular yang dapat terjadi akibat mengonsumsi ikan mentah dalam bentuk sashimi atau sushi. Dilansir dari verywellhealth.com, berikut ini 5 penyakit menular akibat salah mengonsumsi sushi dan makanan Jepang lain.
1. Penyakit Anisakis
Anisakis simplex (cacing herring) adalah parasit ikan yang sering ditemukan pada ikan salmon pasifik, monkfish, herring, haddock, flounder, dan fluke. Manusia yang terinfeksi oleh anisakiasis dan nematoda lain, atau cacing gelang dapat disebabkan oleh memakan ikan ini secara mentah atau setengah matang.
Ketika seseorang menelan cacing kecil ini, gejala yang muncul dapat berupa sakit perut yang parah, mual, dan muntah dalam beberapa jam setelah makan. Penyakit ini akan bertambah parah, jika cacing tidak bisa dikeluarkan melalui batuk atau muntahan.
Cacing tersebut dapat masuk ke dalam dinding usus yang dapat menyebabkan respons imun lokal atau peradangan di usus. Jika hal ini terjadi, cacing tersebut akhirnya mati dan dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh.
Namun, dalam kasus yang paling parah, dokter mungkin perlu mengeluarkannya untuk mengurangi rasa sakit. Hal ini dapat dilakukan melalui pembedahan atau endoskopi.
Anisakiasis dapat dibunuh dengan membekukan ikan pada suhu minus empat derajat atau membekukannya dengan cepat pada suhu minus 31 derajat.
2. Bakteri Vibrio
Spesies bakteri Vibrio parahaemolyticus, sering dikaitkan dengan mengonsumsi ikan dan kerang mentah atau setengah matang, terutama tiram. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan gejala seperti diare (termasuk diare berdarah), kram perut, mual, muntah, sakit kepala, demam, dan menggigil.
Infeksi tersebut dapat menjadi parah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Spesies Vibrio lainnya, Vibrio vulnificus, ditemukan dalam tiram, kerang, dan kepiting.
Pada orang yang sehat sekalipun, tak sengaja mengonsumsi mikroba ini dapat menyebabkan mual, muntah, diare encer, kram perut, dan demam. Sedangkan pada orang yang menderita penyakit hati atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, mikroba ini dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi di seluruh tubuh yang mengancam jiwa.
3. Penyakit Listeria

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
