Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Oktober 2024 | 17.10 WIB

Waspada! 5 Penyakit Menular Akibat Salah Mengonsumsi Sushi dan Makanan Jepang Lain yang Terbuat dari Ikan Mentah

Ilustrasi 5 penyakit menular akibat salah mengonsumsi sushi dan makanan Jepang lain. - Image

Ilustrasi 5 penyakit menular akibat salah mengonsumsi sushi dan makanan Jepang lain.

JawaPos.com - Keracunan makanan akibat sushi dapat disebabkan oleh beberapa parasit seperti anisakiasis, bakteri vibrio, atau listeria. Gejala yang terjadi dapat muncul seger atau paling lambat dalam beberapa hari, tergantung pada penyebab infeksinya.

Satu-satunya cara untuk menghindari keracunan makanan akibat sushi atau makanan Jepang lain yang terbuat dari ikan mentah yaitu menghindari makan berbagai makanan yang dibuat dengan makanan laut mentah atau setengah matang. Terutama yang di makan pada waktu dan tempat yang salah.

Namun, jika tetap memilih untuk mengonsumsi makanan ini, kamu bisa membatasi risiko yang mungkin muncul dengan memiliki restoran sushi yang memiliki reputasi baik dan bertanya tentang praktik penanganan makanan di restoran tersebut.

Hal ini karena ada beberapa jenis penyakit menular yang dapat terjadi akibat mengonsumsi ikan mentah dalam bentuk sashimi atau sushi. Dilansir dari verywellhealth.com, berikut ini 5 penyakit menular akibat salah mengonsumsi sushi dan makanan Jepang lain.

1. Penyakit Anisakis

Anisakis simplex (cacing herring) adalah parasit ikan yang sering ditemukan pada ikan salmon pasifik, monkfish, herring, haddock, flounder, dan fluke. Manusia yang terinfeksi oleh anisakiasis dan nematoda lain, atau cacing gelang dapat disebabkan oleh memakan ikan ini secara mentah atau setengah matang.

Ketika seseorang menelan cacing kecil ini, gejala yang muncul dapat berupa sakit perut yang parah, mual, dan muntah dalam beberapa jam setelah makan. Penyakit ini akan bertambah parah, jika cacing tidak bisa dikeluarkan melalui batuk atau muntahan.

Cacing tersebut dapat masuk ke dalam dinding usus yang dapat menyebabkan respons imun lokal atau peradangan di usus. Jika hal ini terjadi, cacing tersebut akhirnya mati dan dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh.

Namun, dalam kasus yang paling parah, dokter mungkin perlu mengeluarkannya untuk mengurangi rasa sakit. Hal ini dapat dilakukan melalui pembedahan atau endoskopi.

Anisakiasis dapat dibunuh dengan membekukan ikan pada suhu minus empat derajat atau membekukannya dengan cepat pada suhu minus 31 derajat.

2. Bakteri Vibrio

Spesies bakteri Vibrio parahaemolyticus, sering dikaitkan dengan mengonsumsi ikan dan kerang mentah atau setengah matang, terutama tiram. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan gejala seperti diare (termasuk diare berdarah), kram perut, mual, muntah, sakit kepala, demam, dan menggigil.

Infeksi tersebut dapat menjadi parah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Spesies Vibrio lainnya, Vibrio vulnificus, ditemukan dalam tiram, kerang, dan kepiting.

Pada orang yang sehat sekalipun, tak sengaja mengonsumsi mikroba ini dapat menyebabkan mual, muntah, diare encer, kram perut, dan demam. Sedangkan pada orang yang menderita penyakit hati atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, mikroba ini dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi di seluruh tubuh yang mengancam jiwa.

3. Penyakit Listeria

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore