
Ilustrasi orang yang sudah mulai menua (freepik/gratispik)
JawaPos.com - Kita cenderung menganggap penuaan sebagai sesuatu yang linear, seperti pasir yang jatuh melalui jam pasir atau jarum jam yang bergerak di permukaan jam. Setiap pagi, kita bangun sehari lebih tua, setiap ulang tahun, kita menambahkan satu lilin lagi ke kue ulang tahun.
Namun, sains membuktikan bahwa penuaan tidaklah sesederhana itu. Alih-alih menjadi proses yang lambat dan stabil, penelitian baru dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford menunjukkan dua gelombang utama proses kimia yang terjadi dalam ledakan yang dipercepat.
"Kita tidak hanya berubah secara bertahap seiring waktu," kata Michael Snyder, PhD, seorang ahli genetika di Universitas Stanford dan penulis utama studi tersebut, dalam sebuah pernyataan yang dikutip JawaPos.coom dari laman YourTango, Selasa (15/10).
Penelitian baru menunjukkan bahwa pertengahan usia 40-an adalah masa perubahan dramatis, seperti halnya awal usia 60-an. Untuk sebagian besar fungsi, Snyder dan timnya menemukan, drama berlangsung secara berbeda pada usia yang berbeda.
Misalnya, orang berusia 40-an mengalami penurunan kemampuan yang signifikan untuk memetabolisme alkohol, sementara orang berusia 60-an mengalami penurunan kemampuan untuk memetabolisme karbohidrat, di mana studi ini dipublikasikan di Nature Aging.
Namun, ada satu perubahan yang menurut para peneliti mempengaruhi orang-orang di kedua rentang usia, yakni penurunan drastis pada massa otot. Kabar baiknya adalah, meskipun Anda telah kehilangan sebagian massa otot, bukan berarti massa otot itu hilang selamanya, karena tidak ada kata terlambat untuk membangun kembali otot dan mempertahankannya.
Masalah dengan berkurangnya massa otot
Dimulai pada akhir usia 40-an hingga pertengahan 50-an, kebanyakan orang dapat kehilangan sekitar satu pon otot per tahun. Massa otot yang lebih sedikit berarti kelemahan yang lebih besar dan mobilitas yang lebih rendah.
Anda tampak lemah di mata keluarga dan teman-teman, sulit untuk bangun dari kursi, berjalan cepat, menjaga keseimbangan, mengangkat benda berat. Lebih buruk lagi, mengabaikan upaya mengatasi hilangnya otot dapat berakibat fatal pada kesehatan fisik dan emosional, dan mungkin Anda akan sulit untuk menjalankan tugas-tugas dasar kehidupan sehari-hari.
Cara yang terbukti ampuh untuk membangun kembali massa otot
Untuk meningkatkan kualitas massa otot secara signifikan, penelitian dari American College of Sports Medicine tahun 2012 menegaskan manfaat unggul dari angkat beban. Jika Anda membangun otot dengan latihan beban, hal ini dapat memperlambat pengeroposan tulang dan memicu pertumbuhan baru.
Anda tidak hanya mendapatkan otot yang lebih kuat tetapi juga tulang yang lebih padat, keduanya menstabilkan sendi Anda sehingga Anda cenderung tidak mengalami cedera. Latihan beban mengaktifkan otot-otot yang bergerak cepat yang membantu Anda melakukan segalanya, mulai dari bereaksi dengan aman saat mengemudi, hingga menghindari ruang gawat darurat setelah terjatuh.
Kunci keberhasilan latihan beban
Anda tidak perlu mengangkat beban sebanyak yang Anda lakukan saat berusia 20-an, Anda hanya perlu berlatih dengan intensitas yang memadai dan secara bertahap. Ini berarti Anda terus-menerus menantang diri sendiri, pertimbangkan juga untuk menambah lebih banyak repetisi, menambah lebih banyak beban, atau menambah lebih banyak set.
Konsistenlah dengan proses Anda, keberhasilan tidak datang dari apa yang Anda lakukan sesekali, keberhasilan datang dari apa yang Anda lakukan secara teratur. Para ilmuwan di Universitas Stanford mengatakan bahwa studi mereka menunjukkan perlunya orang-orang untuk tetap memperhatikan kesehatan mereka, terutama di usia 40-an dan 60-an.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
