
Ilustrasi toxic people.(freepik.com/freepik)
JawaPos.com - Dalam hidup, terkadang kita selalu menemukan toxic people yang sudah membuat kewalahan baik secara mental maupun fisik.
Tapi berkat kemurahan hati, kita selalu termakan ucapan manisnya sehingga mudah untuk memberikan kesempatan kedua dan berharap bahwa mereka bisa berubah.
Berharap seseorang akan berubah dari sifat toxicnya merupakan angan-angan semata, karena belum tentu hal itu bisa terjadi dan pada akhirnya kita sendiiri yang kecewa.
Melansir dari laman Ge Editing pada (13/10) segera jauhkan diri dari toxic people, kenali 8 tipe seseorang yang tidak layak untuk diberikan kesempatan kedua :
1. Kebiasaan Berbohong
Kita semua pernah berbohong kecil-kecilan dari waktu ke waktu, karena itu bagian dari menjadi manusia. Tapi ada perbedaan besar antara kebohongan yang sesekali terjadi dan seseorang yang terbiasa untuk berbohong.
Psikologi memberi tahu kita bahwa kebiasaan pembohong memiliki hubungan yang kompleks dengan kebenaran dan kenyataan. Mereka sering berbohong karena kebiasaan, meskipun kebenaran akan lebih bermanfaat bagi mereka.
Memberikan kesempatan kedua kepada orang yang terbiasa berbohong mungkin terasa seperti tindakan yang penuh kasih sayang, tapi psikologi menyarankan sebaliknya. Ini bukan tentang menyimpan dendam, ini tentang melindungi kesejahteraan mental dan emosional dirimu sendiri.
2. Orang yang Manipulatif secara Emosional
Manipulasi emosional adalah hal yang rumit. Ini tidak keliatan tapi cukup berbahaya sehingga dapat membuat kamu merasa lelah, bingung, dan mempertanyakan kewarasan sendiri.
Jika kamu menemukan seseorang dalam hidupmu yang kerap berperilaku sebagai korban, memutarbalikan fakta, serta membuat dirimu terus-terusan merasa bersalah. Maka segeralah hindari mereka karena tidak layak untuk diberikan kesempatan kedua.
3. Penipu
Kepercayaan adalah landasan hubungan apapun. Ketika kepercayaan itu dirusak berulang kali, seringkali merupakan tanda bahwa orang tersebut tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa mereka yang berselingkuh pada hubungan pertama memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk selingkuh pada hubungan berikutnya dibandingkan dengan mereka yang tetap setia.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
