Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 15.45 WIB

Orang yang Sudah Berulang Kali Dikecewakan Sering Melakukan 8 Hal Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang sudah berulang kali dikecewakan. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang sudah berulang kali dikecewakan. (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah merasakan kekecewaan. Namun, bagi sebagian orang, pengalaman itu bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang kali hingga meninggalkan jejak emosional yang dalam.

 Tanpa disadari, pengalaman-pengalaman tersebut membentuk cara berpikir, bersikap, bahkan cara mereka menjalin hubungan dengan orang lain.

Dalam sudut pandang psikologi, seseorang yang sering dikecewakan cenderung mengembangkan mekanisme pertahanan diri. Sayangnya, mekanisme ini tidak selalu sehat, dan sering muncul secara otomatis tanpa disadari.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan hal yang sering dilakukan oleh orang yang sudah terlalu sering dikecewakan:

1. Sulit Percaya pada Orang Lain

Salah satu dampak paling umum adalah hilangnya kepercayaan. Mereka menjadi lebih waspada, bahkan curiga, terhadap niat orang lain. Bukan karena mereka ingin berpikir negatif, tetapi karena pengalaman masa lalu mengajarkan bahwa harapan sering berujung pada luka.

2. Menahan Diri untuk Tidak Terlalu Dekat

Mereka cenderung menjaga jarak emosional. Kedekatan dianggap sebagai risiko, karena semakin dekat dengan seseorang, semakin besar kemungkinan untuk terluka. Akibatnya, hubungan yang dijalani terasa “setengah hati”.

3. Overthinking Berlebihan

Setiap kata, tindakan, atau perubahan kecil dari orang lain bisa dianalisis secara berlebihan. Mereka terus mencari tanda-tanda potensi kekecewaan, bahkan sebelum hal itu benar-benar terjadi.

4. Selalu Mempersiapkan Diri untuk Hal Terburuk

Alih-alih berharap yang terbaik, mereka justru terbiasa mengantisipasi kemungkinan terburuk. Ini menjadi cara untuk “mengurangi rasa sakit” jika kekecewaan benar-benar terjadi.

5. Menjadi Terlalu Mandiri

Mereka merasa lebih aman jika tidak bergantung pada siapa pun. Secara sekilas ini terlihat positif, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah bentuk perlindungan diri agar tidak perlu berharap pada orang lain.

6. Sulit Mengekspresikan Perasaan

Orang yang sering dikecewakan cenderung memendam emosi. Mereka takut jika terlalu terbuka, perasaan tersebut akan digunakan untuk menyakiti mereka.

7. Cepat Menarik Diri Saat Ada Tanda Masalah

Ketika muncul konflik kecil atau ketidaknyamanan, mereka lebih memilih mundur daripada memperjuangkan hubungan. Ini karena mereka sudah “lelah” menghadapi kemungkinan kekecewaan yang sama.

8. Merasa Tidak Layak Diperlakukan dengan Baik

Dalam beberapa kasus, kekecewaan berulang membuat seseorang mulai meragukan dirinya sendiri. Mereka merasa tidak cukup baik, sehingga tanpa sadar menerima perlakuan yang sebenarnya tidak pantas.

Penutup

Perilaku-perilaku di atas bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk adaptasi dari luka yang belum sepenuhnya sembuh. Psikologi melihat ini sebagai mekanisme pertahanan diri yang terbentuk dari pengalaman.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang akan mengecewakan. Dengan kesadaran dan proses penyembuhan, pola-pola ini bisa perlahan diubah. Belajar mempercayai kembali, membuka diri, dan memberi kesempatan pada hubungan yang sehat adalah langkah penting menuju kehidupan emosional yang lebih seimbang.

Karena pada akhirnya, masa lalu memang membentuk kita, tetapi tidak harus menentukan masa depan kita.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore