
Suka meremehkan adalah salah satu perilaku yang membuat orang berpikir Anda orang jahat (freepik)
JawaPos.com – Ada batasan tipis antara bersikap tegas dan dianggap jahat. Sering kali semuanya bermula pada perilaku-perilaku kecil yang tanpa kita sadari kita tunjukkan.
Kebiasaan-kebiasaan kecil ini dapat melukiskan gambaran yang tidak diinginkan tentang kita dan membuat orang lain berpikir kita jahat meskipun itu tidak benar. Memahami perilaku kecil ini adalah kunci untuk mengurangi persepsi negatif.
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku negatif yang membuat orang berpikir Anda orang jahat sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (7/10) sebagai berikut:
Pada dasarnya sifat umum di antara kita sebagai manusia adalah cepat menemukan kekurangan. Namun, terus-menerus menunjukkan kesalahan orang lain dapat membuat Anda dianggap sepele.
Kritik meskipun bermaksud baik sering kali dianggap negatif. Jika Anda selalu menjadi orang pertama yang menunjukkan kesalahan atau kekurangan maka orang lain akan melihat Anda sebagai orang yang terlalu kritis atau tidak mau mengalah.
Pasalnya ada waktu dan tempat untuk kritik yang membangun. Namun jika kritik membangun menjadi cara komunikasi yang biasa Anda lakukan maka sudah saatnya Anda mempertimbangkan kembali.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa saat kita asyik dengan perangkat kita maka kita sering kali tidak sepenuhnya hadir dalam interaksi di dunia nyata.
Kurangnya kehadiran ini dapat diartikan sebagai ketidakpedulian atau bahwa kekasaran oleh orang lain sehingga membuat mereka merasa tidak penting atau diabaikan.
Dalam sebuah percakapan, mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara. Jadi, jika Anda mendapati diri Anda mengecek ponsel atau melamun selama percakapan maka sudah saatnya untuk mengasah keterampilan mendengarkan Anda.
Sarkasme sebenarnya cerdas, tajam dan dapat menambah percikan dalam percakapan apa pun. Namun segala sesuatunya yang berlebihan tidak akan pernah baik.
Sarkasme jika digunakan secara berlebihan dapat dengan cepat berubah dari lucu menjadi menyakitkan. Sarkasme dapat membuat komentar Anda terasa pedas dan kejam meskipun Anda bermaksud untuk melucu.
Selain itu, sarkasme sering kali tidak dapat diterima dengan baik di berbagai budaya atau kepribadian. Bahkan apa yang Anda anggap lucu bisa saja menyinggung atau membingungkan orang lain.
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagai perasaan orang lain. Empati juga dikenal sebagai landasan dari setiap hubungan manusia yang bermakna. Tanpa empati, interaksi kita tentu terasa dingin dan terpisah secara emosional.
Bila kita tidak menunjukkan empati maka orang lain akan menganggap kita jahat atau tidak peduli. Jadi, jika lain kali seseorang berbagai perasaan atau pengalaman dengan Anda maka luangkan waktu untuk menempatkan diri pada posisi mereka.
Jika Anda sering mengabaikan pendapat atau ide orang lain tanpa memberi mereka kesempatan yang adil maka sudah saatnya Anda memikirkan kembali pendekatan Anda.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
