Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 April 2026 | 17.55 WIB

4 Perubahan Kecil Orang Terlalu Banyak Berpikir, Hingga Menemukan Kedamaian dalam Pikiran Mereka Tanpa Harus Mengubah Hidup Secara Drastis

Terungkap dari Psikologi Modern: 4 Perubahan Kecil yang Dilakukan Orang yang Terlalu Banyak Berpikir Hingga Akhirnya Menemukan Kedamaian dalam Pikiran Mereka Sendiri Tanpa Harus Mengubah Hidup Secara Drastis (shutterstock) - Image

Terungkap dari Psikologi Modern: 4 Perubahan Kecil yang Dilakukan Orang yang Terlalu Banyak Berpikir Hingga Akhirnya Menemukan Kedamaian dalam Pikiran Mereka Sendiri Tanpa Harus Mengubah Hidup Secara Drastis (shutterstock)

JawaPos.com - Banyak orang hidup dalam lingkaran pikiran tanpa henti—memikirkan masa lalu, mengkhawatirkan masa depan, dan mempertanyakan diri sendiri secara berulang.

Kondisi ini sering membuat seseorang merasa lelah secara mental, seolah tidak pernah benar-benar “diam” di dalam pikirannya sendiri.

Menurut psikolog klinis Elisha Goldstein, pola overthinking ini bukan sesuatu yang harus diatasi dengan perubahan besar. Dalam wawancara bersama Andrea Miller di podcast Getting Open, ia menjelaskan bahwa kunci menemukan ketenangan justru terletak pada “pergeseran kecil” atau tiny shiftsperubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini menggabungkan psikologi, ilmu saraf, dan mindfulness untuk membantu seseorang keluar dari jebakan pikiran berlebihan. Berikut empat perubahan kecil yang sering dilakukan oleh mereka yang akhirnya berhasil menemukan kedamaian batin:

1.      Mengenali Bias “Harus Cepat” (Urgency Bias)

Banyak orang tidak sadar bahwa mereka hidup dalam tekanan buatan—seolah harus selalu melakukan sesuatu, membeli sesuatu, atau menjadi sesuatu dengan cepat.

Budaya modern mendorong perasaan tidak cukup, yang kemudian “ditenangkan” dengan konsumsi instan.

Namun, orang yang mulai menemukan kedamaian justru berhenti sejenak dan menyadari pola ini.

Mereka memahami bahwa rasa “harus segera” sering kali bukan kebutuhan nyata, melainkan dorongan eksternal. Dengan menyadarinya, mereka tidak lagi bereaksi secara impulsif, tetapi memilih tindakan yang lebih bermakna dan sadar.

1.      Mendengarkan dan Mengidentifikasi Perasaan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore