JawaPos.com – Film gore atau sadis sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Gore merupakan subgenre dari film horor yang menggambarkan berbagai adegan cukup sadis, kejam, dan mengerikan.
Walau genre gore tak jarang dapat membuat orang merasa mual jika tak sanggup menontonnya, tak sedikit pula orang yang menyukai film yang banyak menyajikan adegan berdarah-darah tersebut.
Di sisi lain, menonton film demikian rupanya dapat memberikan dampak psikologis dan emosional yang negatif terhadap penonton.
Dengan demikian, berikut 4 dampak negatif dari menonton film sadis, dilansir dari laman Radar Malioboro, Jumat (23/8).
1. Kurangnya respons emosional
Sering menonton film sadis atau film gore dapat menyebabkan kurangnya respons emosional terhadap kekerasan dan penderitaan manusia. Hal itu dapat menjadikan seseorang kurang peka atau kurang empati terhadap kekerasan di dunia nyata.
Ini juga dapat memengaruhi hubungan interpersonal dan respons emosional terhadap situasi yang melibatkan kekerasan dalam kehidupan nyata.
2. Mengalami gangguan kesehatan mental
Sering menonton film sadis rupanya dapat juga berisiko mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD), mimpi buruk, dan gangguan kecemasan.
Terutama mereka yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental sebelumnya, juga dapat berisiko mengalami lebih banyak stres dan kecemasan.
3. Gangguan tidur
Konten sadis yang mengganggu pikiran dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti insomnia dan mimpi buruk.
Pada gilirannya, tidur yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang secara keseluruhan, termasuk penurunan fungsi kognitif dan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.
4. Efek buruk pada anak dan remaja
Efek negatif yang ditimbulkan dengan menonton konten yang mengandung kekerasan sangat rentan menyerang anak-anak dan remaja. Mereka dapat meniru perilaku agresif yang dilihat dari film dan mengalami gangguan dalam perkembangan emosional dan sosial mereka.
Selain itu, hal tersebut juga dapat memengaruhi prestasi akademik mereka di sekolah serta perkembangan emosional dan perilaku sosial mereka.
***