
Ilustrasi offering letter. (Pexels)
JawaPos.com - Offering letter atau surat tawaran pekerjaan adalah hasil akhir yang diidam-idamkan oleh semua para pencari kerja. Setelah melewati puluhan bahkan ratusan lamaran, mengikuti berbagai wawancara, hingga akhirnya seseorang bisa mendapat surat tawaran kerja.
Kamu sebagai pencari kerja tentu sudah melihat seluk beluk perusahaan yang kamu lamar. Bergerak di bidang apa, berlokasi dimana hingga akhirnya memutuskan untuk melamar di perusahaan tersebut.
Akan tetapi, tidak jarang ada satu atau dua hal yang tidak sesuai preferensimu ketika menerima sebuah tawaran pekerjaan. Hal tersebut beragam dan sebetulnya para pencari kerja sah-sah saja merasakan hal tersebut.
Mulai dari ketidaksesuaian gaji dengan ekspektasi, lingkup pekerjaan yang berbeda dengan kemampuan yang dimiliki, domisili, atau mungkin peraturan perusahaan yang tidak sesuai dengan pencari kerja tersebut.
Kamu mungkin jadi ingin menolak offering letter tersebut. Jangan khawatir, kamu boleh saja menolak tawaran pekerjaan tersebut asal menaati cara-cara yang baik dan benar. Dikutip dari Indeed dan Better Up, berikut cara menolak offering letter perusahaan dengan baik:
1. Jawab Secepatnya
Ketika kamu mendapat sebuah tawaran pekerjaan berbentuk offering letter yang diberikan baik melalui aplikasi pesan atau email, baik untuk kamu segera menjawabnya tanpa menunda-nunda.
Hal ini dikarenakan tidak hanya kamu yang melamar karena butuh pekerjaan, namun perusahaan juga membuka lowongan karena butuh tenaga kerja di bidang tersebut.
Oleh karenanya, agar perusahaan segera mendapat kepastian, segerakan jawaban menerima atau tolakan kepada perusahaan. Pastikan juga apakah kamu sudah benar-benar memikirkan akan menerima atau menolak pekerjaan tersebut.
2. Sampaikan Terima Kasih
Ketika kamu membuat balasan dari tawaran pekerjaan baik itu berupa email atau aplikasi pesan, pastikan untuk menyampaikan rasa terimakasih pada rekruter yang mewakili perusahaan.
Hal ini dikarenakan rekruter tersebut sudah meluangkan waktunya sejak awal dan bersamamu di seluruh rangkaian proses rekrutmen. Tidak hanya pelamar, rekruter juga manusia yang bisa kewalahan menghadapi banyaknya orang yang mengikuti proses rerutmen.
Sampaikan terimakasih dan apresiasimu dalam bahasa yang sopan. Sampaikan bahwa kamu mengapresiasi pengalaman yang terjadi sejak awal rekrutmen hingga sekarang.
Kamu bisa menyatakan kalimat seperti "Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih atas tawaran yang diberikan kepada saya atas posisi berikut di perusahaan. Saya juga berterimakasih dan mengapresiasi perhatian serta waktu yang diluangkan selama proses rekrutmen saya di perusahaan."
3. Berikan Alasan Menolak

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
