ILUSTRASI:Pekerja kebun sawit. (DIMAS PRADIPTA/JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Belakangan tidak jarang beredar gambar hamparan hutan alam di Sumatera berganti menjadi lahan sawit. Di media massa hingga timeline sosial media. Potret itu terselip dan silih berganti muncul saat jemari memainkan layar telepon genggam. Lalu terbesit pertanyaan singkat: benarkah lahan sawit tumbuh subur di kawasan hutan Sumatera?
Pertanyaan itu berkelindan dengan kabar dan informasi terkait dengan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sejak akhir November lalu, sudah sebulan lebih jutaan korban terdampak bencana alam di tiga provinsi tersebut harus menerima banyak hal tanpa jeda untuk menolak. Menerima kehilangan keluarga, menerima kehilangan harta benda, menerima keadaan.
Bencana alam itu memang diawali hujan deras yang turun terus-menerus. Badai akibat Siklon Tropis Senyar melipatgandakan kemungkinan terjadinya petaka. Hingga akhirnya hal yang tidak diinginkan terjadi. Banjir bandang dan longsor menerjang. Membawa aneka material, mulai bebatuan, lumpur, hingga kayu gelondongan. Merusak hidup dan penghidupan masyarakat di 3 provinsi terdampak.
Ketika ditanya apa saja penyebab bencana alam yang menelan ribuan korban meninggal dunia itu? Direktur Eksekutif WALHI Boy Jerry Even Sembiring menjawab alih fungsi hutan sebagai salah satu penyebab. Dia pun membenarkan bahwa sebagian alih fungsi hutan di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terjadi medio 2021-2024 diperuntukan bagi lahan sawit.
Baca Juga: Hashim Sebut Prabowo Tak Punya Satu Hektare Pun Lahan Sawit: Ini Fitnah dari Pengusaha Nakal!
”Iya (alih fungsi hutan didominasi untuk lahan sawit), bukan hanya sawit tetapi juga izin lainnya,” ungkap Jerry kepada JawaPos.com.
Dia lantas membeber data-data yang dihimpun WALHI. Ratusan ribu hektare lahan di masing-masing provinsi itu kini ditumbuhi sawit. Di Aceh ada sebanyak 134 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) sawit dengan total luasan mencapai 496.989 hektare. Sementara di Sumut ada 474.746 hektare lahan dengan HGU sawit.
”Di Sumatera Barat ada seluas 151.161 hektare HGU (sawit),” terang Jerry seraya menunjukkan data-data tersebut.
Maka, apa jawaban atas pertanyaan benarkah lahan sawit tumbuh subur di kawasan hutan Sumatera? Data-data tersebut boleh jadi adalah jawabannya.
Jerry menyatakan bahwa dosa alih fungsi lahan sebenarnya terkait dua hal saja. Pertama, penerbitan izin secara serampangan dan nir pengawasan. Kedua, kepolisian dan kementerian teknis cenderung membiarkan aktivitas ilegal.
ILUSTRASI PERKEBUNAN SAWIT. (DIMAS PRADIPTA/JAWAPOS.COM)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
