
Terapi adalah langkah penting untuk menyembuhkan dan mendapatkan kembali rasa percaya diri seseorang, terutama setelah mengalami kekerasan verbal.
JawaPos.com – Kekerasan verbal adalah bentuk kekerasan yang melibatkan penggunaan kata-kata untuk menyakiti orang lain. Hal ini dapat mencakup berteriak, memanggil dengan sebutan nama, merendahkan, mengintimidasi, atau merendahkan, dan penggunaan bahasa untuk mengendalikan.
Kekerasan verbal melukai jiwa dan dapat sangat mempengaruhi harga diri seseorang, tidak seperti pelecehan fisik yang dapat meninggalkan bekas luka yang terlihat. Kekerasan verbal secara khusus mengacu pada penggunaan kata-kata yang berbahaya untuk mengendalikan atau menyebabkan kerusakan emosional.
Terapi adalah langkah penting untuk menyembuhkan dan mendapatkan kembali rasa percaya diri seseorang, terutama setelah mengalami kekerasan verbal. Dilansir dari Marriage.com, berikut adalah 6 alasan kuat mengapa mencari terapi untuk kekerasan verbal sangat penting.
1. Menyembuhkan dari trauma psikologis
Terapi untuk kekerasan verbal akan menyediakan lingkungan yang aman dan suportif, seorang korban yang mengalami trauma psikologis mulai merasakan kesembuhan. Proses terapi memungkinkan individu untuk mengatasi perasaan takut, malu, dan rasa kebingungan sehingga membantu mengurangi efek jangka panjang dari trauma.
2. Membangun kembali harga diri dan identitas
Korban kekerasan verbal seringkali menderita karena harga diri yang terkikis dan rasa identitas yang hilang. Kekerasan verbal menimbulkan penghinaan, rasa rendah, dan ketakutan yang intens.
Terapi kekerasan verbal berfokus pada membangun kembali rasa diri dari bawah hingga ke atas, menawarkan strategi untuk melawan perasaan diri yang negatif dan memperkuat nilai dan kekuatan individu.
3. Memproses dan memahami kekerasan verbal
Sangat penting bagi para penyintas untuk memproses pengalaman mereka dan memahami dinamika kekerasan verbal. Terapi akan memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana kekerasan verbal terjadi, dampaknya terhadap korban, dan pentingnya mengenali bahwa hal itu tidak hanya berbahaya tetapi juga tidak dapat diterima.
4. Mengembangkan keterampilan komunikasi yang sehat
Konseling kekerasan verbal dapat mengajarkan para penyintas cara-cara baru yang sehat untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan dan kebutuhan mereka. Individu dapat meningkatkan hubungan interpersonal mereka dan menghindari situasi kekerasan di masa depan dengan mempelajari ketegasan dan penetapan batas.
5. Strategi mengatasi gejolak emosi
Terapi untuk kekerasan verbal dapat menawarkan alat dan teknik untuk mengelola gejolak emosi yang sering menyertai dan mengikuti kekerasan, seperti kemarahan, kesedihan, dan kecemasan. Mempelajari cara mengatur emosi ini sangat penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan.
6. Mencegah kekerasan terulang kembali di masa depan

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
