
Ilustrasi seseorang yang sebenarnya tidak malas
JawaPos.com – Setiap orang pasti pernah menunda sebuah pekerjaan setidaknya sekali seumur hidup. Banyak orang menganggap rasa malas itu murni sebagai bentuk kemalasan semata.
Banyak pakar kesehatan jiwa menyebut menyembuhkan rasa malas ekstrem saat harus menghadapi realita harian butuh trik. Selama ini sebagian orang terjebak dengan pendekatan keliru, yaitu cara terus menghindar. Padahal itu justru rentan memicu gangguan kesehatan. Stres berlebih juga akan perlahan muncul jika kebiasaan buruk ini terus dibiarkan.
Berbagai literatur psikologi menyatakan bahwa menyembuhkan rasa malas ekstrem saat harus menghadapi realita harian sangatlah dibutuhkan. Tugas yang dianggap terlalu membosankan memang cenderung lebih sering dihindari otak. Oleh karena itu, kita harus mencari tahu akar penyebab penundaan tersebut secepatnya.
Berikut adalah lima terapi mandiri yang dilansir dari laman Psychology Today, untuk membantu pemulihan produktivitas harian. Terapi sederhana itu bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa perlu merasa ribet.
“Dalam psikologi meyakini bahwa orang yang menunda-nunda pekerjaan memiliki persepsi waktu yang salah—bahwa mereka berpikir akan memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan sesuatu daripada yang sebenarnya mereka miliki.” (Psychology Today).
Terapi pertama adalah menghilangkan kecenderungan berpikir terlalu negatif secara berlebihan. Banyak orang menganggap suatu kewajiban harian sebagai bencana besar yang sangat menyakitkan. Pikiran bahwa pekerjaan tersebut sangat berat justru menjadi penghambat utama kesuksesan.
Faktanya, sebuah tantangan atau kebosanan sama sekali tidak akan membuat tubuh sakit. Menghindari pekerjaan itulah yang sebenarnya justru memicu stres di kemudian hari. Mulailah meyakinkan diri sendiri dengan kalimat positif setiap pagi hari agar rintangan terlewati.
Para penunda biasanya hanya fokus pada keuntungan jangka pendek semata tanpa pikir panjang. Mereka sekadar ingin menghindari sebuah kesulitan yang ada tepat di depan mata. Konsekuensi panjang dari kebiasaan menghindari tugas ini justru sering dilupakan begitu saja.
Kita perlu mengalihkan fokus pada alasan utama mengapa tugas tersebut memang ada. Pikirkan saja mengapa pekerjaan itu memang harus segera diselesaikan secepatnya hari ini. Bayangkan manfaat nyata yang akan didapat setelah semua tanggung jawab tersebut tuntas.
Rasa kewalahan sering kali menjadi alasan utama seseorang memilih menunda pekerjaannya. Proyek yang terlihat terlalu besar otomatis membuat mental terasa terbebani hebat. Perasaan berat ini biasanya sudah muncul sejak awal pekerjaan tersebut belum dimulai.
Solusi paling logis adalah membagi pekerjaan berat tersebut menjadi beberapa bagian. Pecahan tugas yang lebih kecil tentu saja akan lebih mudah dikelola pikiran. Susunlah kerangka kerja secara bertahap agar langkah penyelesaiannya semakin jelas dan terarah.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
