
Puasa bisa menjadi terapi pengendalian emosi (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Puasa Ramadhan juga dapat menjadi terapi alami untuk melatih pengendalian emosi dan memperkuat kesehatan mental.
Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, kemampuan mengelola emosi menjadi keterampilan penting. Ramadhan menghadirkan momen refleksi dan latihan diri yang sangat relevan untuk membentuk emosi yang lebih stabil.
Menurut APA, pengendalian emosi berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kualitas hubungan sosial. Intinya regulasi emosi membantu seseorang merespons situasi dengan lebih bijak. Selain itu, Harvard Medical School menjelaskan bahwa praktik spiritual dan disiplin diri dapat mendukung keseimbangan emosional.
Berikut penjelasan lengkap tentang puasa sebagai terapi alami pengendalian emosi sebagaimana dilansir dari laman Mayo Clinic, Kamis (5/3) :
1. Melatih kesabaran dalam situasi sulit
Puasa mengajarkan kesabaran sejak waktu sahur hingga berbuka. Proses menahan diri ini membentuk daya tahan emosional secara bertahap.
Menurut penelitian dari Stanford University tentang pengendalian diri (self control) yaitu kemampuan menunda keinginan berhubungan dengan stabilitas emosi dan kesuksesan jangka panjang. Puasa adalah latihan nyata dalam menunda keinginan.
Saat rasa lapar muncul atau pekerjaan terasa berat, individu belajar untuk tidak bereaksi berlebihan. Semakin sering kesabaran dilatih, semakin kuat kemampuan mengelola emosi negatif.
2. Mengurangi respons emosional berlebihan
Puasa mendorong seseorang untuk menahan amarah dan ucapan yang tidak baik. Dalam ajaran Islam, orang yang berpuasa dianjurkan berkata baik atau diam.
Greater Good Science Center menyebutkan bahwa praktik pengendalian respons dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis. Menahan reaksi impulsif adalah bentuk regulasi emosi.
Ketika menghadapi konflik, tarik napas dan ingat bahwa sedang berpuasa. Kesadaran ini menjadi rem alami bagi emosi. Intinya kebiasaan ini membantu membentuk pola pikir lebih tenang dan emosi tidak lagi mudah meledak.
3. Meningkatkan kesadaran diri (Self-Awareness)
Puasa memberi ruang untuk refleksi diri. Kesadaran terhadap perasaan dan pikiran menjadi lebih tajam selama Ramadhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022