Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 17.43 WIB

Mengenali 7 Perilaku Halus Orang yang Terlalu Sering Dikritik Saat Anak-anak

Ilustrasi seorang individu dewasa yang sedang duduk menyendiri, tatapannya kosong, mencerminkan pemikiran berlebih yang menghantuinya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang individu dewasa yang sedang duduk menyendiri, tatapannya kosong, mencerminkan pemikiran berlebih yang menghantuinya. (Freepik)

JawaPos.com - Pengalaman masa kecil membentuk diri kita saat dewasa, termasuk saat mendapatkan kritik berlebihan. Individu yang tumbuh dalam lingkungan serba salah seringkali mengembangkan cara khusus untuk berinteraksi. Perilaku-perilaku ini mungkin tidak disadari.

Melansir dari Geediting.com, ada beberapa perilaku halus yang terungkap dalam kehidupan dewasa. Mengenali tanda-tanda ini dapat menumbuhkan empati dan pemahaman kita. Mari kita telusuri tujuh perilaku yang sering muncul.

1. Terlalu Banyak Berpikir dan Meragukan Diri

Mereka seringkali menghabiskan waktu terlalu lama untuk menganalisis setiap keputusan, baik besar maupun kecil. Perilaku ini muncul karena mereka takut membuat kesalahan dan dikritik lagi. Mereka seringkali meragukan penilaian diri sendiri.

2. Perfeksionisme yang Ekstrem

Perfeksionisme menjadi mekanisme pertahanan untuk menghindari kritik. Penderita akan melakukan setiap pekerjaan dengan sempurna. Mereka merasa perlu melakukannya agar tidak dicela.

3. Sulit Menerima Pujian

Orang yang terlalu banyak dikritik merasa tidak nyaman ketika mendapat pujian. Pujian terasa asing atau bahkan tidak pantas bagi mereka. Ini adalah hasil dari terbiasa mendengar komentar negatif sepanjang waktu.

4. Hipersensitif terhadap Kritik

Bahkan komentar negatif yang paling kecil bisa terasa seperti serangan pribadi bagi mereka. Kritikan, meskipun membangun, dapat memicu perasaan tidak mampu. Mereka akan merasa cemas dan defensif ketika dikritik.

5. Kesulitan Mengekspresikan Diri

Mereka cenderung menahan ide dan perasaan mereka sendiri. Ini berasal dari ketakutan jika apa yang mereka katakan salah atau tidak penting. Mereka memilih untuk tidak berbicara agar terhindar dari kritik.

6. Cenderung Terlalu Setuju atau Menyenangkan Orang Lain

Orang yang terlalu banyak dikritik cenderung menjadi ‘penyenang orang lain’ yang ekstrem. Mereka akan setuju dengan apa pun yang dikatakan orang lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik dan mendapatkan penerimaan dari lingkungan.

7. Harga Diri yang Rendah

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore