Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 06.28 WIB

Presiden Prabowo Dihina NPD, Pengamat Anggap Sebagai Hinaan Personal Bukan Kritik

Presiden RI Prabowo Subianto. (YouTube Setpres)

 

JawaPos.com - Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana menyoroti banyaknya konten di media sosial yang menyerang Presiden Prabowo Subianto secara personal. Menurutnya, koten seperti ini tidak merepresentasikan pandangan masyarakat secara keseluruhan.
 
Ayip menyesalkan serangan di media sosial bersifat personal. Salah satunya seperti sebutan Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik yang disematkan kepada Presiden Prabowo.
 
"Bangsa ini harus mampu membedakan mana kritik dan mana yang disebut dengan penghinaan. Bicara Prabowo NPD itu bukan kritik. Presiden ini kan harus dikritik, tapi kalau membahasakan Presiden dengan NPD itu bukan kritik menurutku," kata Ayip kepada wartawan, Minggu (19/7).
 
Baginya, serangan personal seperti ini bukan termasuk kebebasan berpendapat. Kritik seharusnya mengarah kepada kinerja jabatan yang dijalankan Prabowo.
 
 
"Di sana tidak ada argumentasinya, tidak ada tanggung jawabnya, yang digunakan hanyalah untuk menyulut emosi, menyulut kemarahan, dan tujuan hanya untuk itu. Hanya mau orang lain itu marah dengan pernyataan-pernyataannya," imbuhnya. 
 
Mirisnya, konten seperti ini mendapat respon besar di media sosial. Kondisi seperti ini harus ditangani agar tidak memberikan dampak buruk terhadap jalannya demokrasi.
 
"Di Indonesia, kalau konten yang nadanya negatif ataupun emosional, dan kemudian menyerang kelompok politik tertentu itu cenderung memperoleh engagement yang tinggi. Janganlah sampai hal-hal seperti itu malah berlarut-larut. Karena demokrasi ini kan membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga butuh kedewasaan dan tanggung jawab," jelasnya.
 
Dia menyakini bahwa fenomena seperti ini tidak menggambarkan pandangan rakyat. Terlebih legalitas Prabowo saat menjadi presiden mendapat perolehan suara yang sangat besar. 
 
"Secara elektoral dan konstitusional, Pak Prabowo menang 58 persen dengan sekali putaran melawan 2 orang kandindat yang mestinya bisa 2 putaran. Itu legitimasinya kuat sekali," pungkasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore