Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 02.39 WIB

Overthinking Sebelum Tidur Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Begini Penjelasan Psikolog dan Solusinya

Ilustrasi seseorang yang overthinking sebelum tidur

JawaPos.com – Malam hari seharusnya menjadi waktu tubuh dan pikiran beristirahat. Namun, bagi sebagian orang, justru inilah saat munculnya gelombang pikiran yang tak ada habisnya. Fenomena overthinking sebelum tidur ramai dibicarakan di media sosial, termasuk YouTube dan TikTok. Psikolog menyebut kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur sekaligus kesehatan mental bila dibiarkan berlarut-larut.

Menurut kanal YouTube Satu Persen – Indonesia Life School, overthinking sebelum tidur biasanya dipicu oleh kecemasan dan pikiran yang tidak terselesaikan sepanjang hari. Otak cenderung bekerja lebih aktif saat tubuh mulai rileks, sehingga memunculkan kembali hal-hal yang belum selesai. Proses ini membuat seseorang sulit memejamkan mata meski tubuh sudah merasa lelah.

Dalam salah satu videonya, tim Satu Persen menjelaskan bahwa aktivitas berpikir berlebihan pada malam hari juga berkaitan dengan mekanisme otak dalam mengingat dan mengulang informasi. Ketika seseorang tidak memiliki coping mechanism yang sehat, otak akan terus memutar ulang hal-hal negatif yang dialami.

Psikolog klinis Indah SJ, M.Psi. melalui akun TikTok-nya (@sundarindah) menyampaikan bahwa overthinking sebelum tidur kerap berhubungan dengan rasa khawatir berlebihan.

Misalnya, memikirkan kesalahan di masa lalu atau cemas menghadapi hari esok. Kondisi ini pada akhirnya memicu stres dan membuat kualitas tidur semakin buruk.

Sementara itu, akun TikTok @dinamisbiropsikologi menambahkan bahwa overthinking bisa memperburuk insomnia. Otak yang terlalu aktif mencegah tubuh masuk ke fase tidur nyenyak, sehingga seseorang bisa terbangun berulang kali di malam hari.

Faktor Pemicu

Selain faktor psikologis, dr. Kevin Mak melalui TikTok (@drkevinmak) menyoroti pengaruh gaya hidup terhadap kebiasaan ini. Ia menjelaskan bahwa penggunaan gawai sebelum tidur membuat otak sulit beristirahat. Paparan cahaya biru dari layar ponsel menekan produksi melatonin, hormon yang berperan mengatur siklus tidur. Akibatnya, otak tetap terjaga dan cenderung memicu aktivitas berpikir berlebihan.

Selain itu, kebiasaan membawa masalah kerja atau akademik hingga ke tempat tidur juga memperbesar peluang overthinking. Hal ini sesuai penjelasan dari video Satu Persen lainnya yang menyebut kurangnya boundary antara waktu kerja dan waktu istirahat sebagai penyebab utama.

Bagaimana Mengatasinya?

Meski terdengar sederhana, mengatasi overthinking sebelum tidur membutuhkan konsistensi. Psikolog menyarankan beberapa langkah berikut:

  1. Membuat rutinitas malam yang menenangkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore