Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 23.25 WIB

Ternyata Ini Penyebab Orang Suka Cari Perhatian, Bukan Sekadar Butuh Validasi atau Ingin Diperhatikan

Perilaku mencari perhatian sering muncul dari kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi dan bisa berdampak pada hubungan sosial. (Freepik)

JawaPos.com – Pernah bertemu seseorang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian di mana pun berada?

Mulai dari cara berbicara yang keras, unggahan media sosial yang berlebihan, hingga kebiasaan membuat drama kecil agar diperhatikan orang lain.

Fenomena ini sering disebut sebagai attention seeking behavior atau perilaku mencari perhatian.

Psikiater dr. Zulvia Syarif, Sp.KJ dalam unggahan di akun TikTok-nya menjelaskan bahwa perilaku mencari perhatian biasanya berakar dari kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi sejak kecil.

Individu dengan pengalaman kurang kasih sayang, rasa diabaikan, atau tidak pernah mendapat validasi bisa tumbuh menjadi pribadi yang berusaha keras mencari pengakuan dari sekitarnya.

Sementara itu, akun edukasi psikologi @irenethejournal menyebut bahwa keinginan mencari perhatian tidak selalu negatif.

Dalam konteks tertentu, manusia memang butuh pengakuan untuk merasa diterima. Namun, masalah muncul ketika perilaku tersebut dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu hubungan sosial.

Penyebab Orang Suka Mencari Perhatian

Ada beberapa alasan psikologis mengapa seseorang sulit lepas dari perilaku mencari perhatian:

  1. Kurang perhatian di masa kecil
    Menurut dr. Zulvia, pengalaman tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dingin atau minim kasih sayang bisa menumbuhkan kebutuhan besar akan perhatian.

  • Rendahnya rasa percaya diri
    Akun @tiotigrismnlg menjelaskan bahwa individu dengan kepercayaan diri rendah sering menggunakan cara ekstrem, seperti drama atau pamer berlebihan, untuk menutupi kekosongan diri.

  • Kebutuhan validasi sosial
    Dalam unggahannya, akun @irenethejournal menekankan bahwa sebagian orang merasa harga dirinya baru ada ketika mendapat validasi dari orang lain.

  • Lingkungan pertemanan yang kompetitif
    Akun @niaghan menyebut, dalam lingkungan yang penuh pembanding, seseorang bisa terdorong mencari perhatian demi eksistensi.

  • Dampak Mencari Perhatian Berlebihan

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore